News . 19/05/2026, 20:19 WIB

Tragedi PMI di Malaysia, Kapal Tenggelam 23 WNI Selamat, 16 Tewas

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

fin.co.id - Tragedi laut kembali menimpa pekerja migran Indonesia (PMI) di perairan Malaysia. Sebanyak 39 WNI ditemukan dalam operasi pencarian korban kapal tenggelam di sekitar Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, yang telah berlangsung selama enam hari.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak mengungkapkan, dari total korban yang ditemukan, 23 orang berhasil selamat, sementara 16 lainnya meninggal dunia.

Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob, menyampaikan bahwa jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah.

“Data awal pada hari pertama menyebutkan 37 orang, namun angka tersebut tidak akurat. Kami menduga masih ada korban yang belum ditemukan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Kuala Lumpur.

Misteri Kapal dan Korban yang Terapung

Hingga kini, identitas kapal yang mengangkut para WNI tersebut masih belum diketahui secara pasti. Para korban bahkan ditemukan dalam kondisi terapung di laut saat operasi penyelamatan pertama dilakukan.

Para WNI yang menjadi korban juga diduga merupakan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI), meski hal ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas setempat.

Operasi Besar-besaran di Perairan Pulau Pangkor

Upaya pencarian korban dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain:

  • Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA)
  • Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM)
  • Kapal nelayan lokal

Area pencarian difokuskan di sejumlah titik perairan, termasuk:

  • Pulau Pangkor
  • Pulau Kelumpang
  • Pulau Sangga Kechil
  • Pulau Buloh

Operasi ini menjadi salah satu misi pencarian terbesar dalam beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut.

Proses Identifikasi Korban

Seluruh jenazah korban yang ditemukan telah diserahkan kepada pihak kepolisian Malaysia. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Teluk Intan dan Rumah Sakit Taiping untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak otoritas memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Masyarakat maritim, termasuk nelayan setempat, juga diminta turut membantu dengan melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau benda mencurigakan di laut.

Tragedi ini menjadi pengingat akan tingginya risiko perjalanan laut ilegal serta pentingnya keselamatan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com