Air Kali Rawalumbu Bekasi Berubah Warna, DLH Turun Tangan Lakukan Penyelidikan
Air Kali Rawalumbu Bekasi Berubah Warna (Dokumen Istimewa)
fin.co.id - Dugaan pencemaran lingkungan kembali menjadi perhatian warga Kota Bekasi, usai adanya perubahan air di Kali Rawalumbu.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Dasa Darma RT 06 RW 02, Jembatan 9, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
Menanggapi laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi langsung melakukan inspeksi lapangan dengan menerjunkan tim pengawas lingkungan hidup bersama tim laboratorium.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih mengatakan, langkah cepat itu dilakukan setelah warga menemukan perubahan warna air kali pada Sabtu 16 Mei 2026.
“Kami segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan, pengamatan visual, serta pengambilan sampel air guna analisis lebih lanjut,” kata Kiswatiningsih.
Berdasarkan laporan, kondisi air Kali Rawalumbu disebut tampak lebih keruh dari biasanya dan menimbulkan aroma tertentu.
Dari hasil pemeriksaan awal, sumber pencemaran diduga berasal dari aktivitas sebuah gudang sekaligus toko cat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Cairan cat kemudian mengalir ke saluran domestik warga hingga masuk ke drainase yang terhubung dengan Kali Rawalumbu," ucapnya.
Petugas menduga insiden tersebut dipicu kecelakaan kerja saat proses pemindahan barang, yang menyebabkan sekitar 20 liter cat tumpah dan masuk ke aliran kali.
Meski kondisi air mengalami perubahan, tim DLH belum menemukan adanya endapan di permukaan maupun dasar aliran sungai saat pengecekan dilakukan.
Selain pemeriksaan visual, petugas juga melakukan pengukuran kualitas air di lokasi. Hasil sementara menunjukkan nilai pH mencapai 7,54 dengan daya hantar listrik (DHL) sebesar 644,35 µS.
Suhu air tercatat 30 derajat Celsius, kadar klorin bebas 0,08 mg/L, serta dissolved oxygen (DO) berada di angka 4,5 mg/L.
Hingga kini, DLH Kota Bekasi masih melanjutkan pengujian laboratorium guna memastikan jenis zat pencemar dan mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan karakteristik pencemar dan dampaknya terhadap lingkungan,” tutupnya.