Lifestyle . 21/05/2026, 09:09 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Ringkasan :
fin.co.id - Kekhawatiran akan praktik penyembelihan hewan kurban yang tidak sesuai syariat Islam terus membayangi menjelang Idul Adha.
Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang tak tinggal diam.
Mereka baru saja merampungkan pelatihan intensif untuk 120 juru sembelih hewan kurban.
Tujuannya jelas: memastikan setiap tetes darah yang tertumpah saat Idul Adha kelak benar-benar mengikuti aturan Islam.
Peserta pelatihan ini bukan sembarang orang.
Mereka adalah garda terdepan, terdiri dari perwakilan pengurus MUI kecamatan, pengurus MUI kabupaten, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, hingga para pengasuh pondok pesantren terkemuka.
"Ada sekitar 120 peserta yang mengikuti pelatihan ini," ungkap Ketua MUI Karawang, KH. Tajuddin Nur, di sela-sela acara Pelatihan Kader Juru Sembelih Halal.
Acara ini menjadi bagian penting dari program Pendidikan Kader Ulama yang digagas oleh MUI.
Di sinilah, para peserta mendapatkan bekal pengetahuan krusial mengenai penyembelihan hewan yang tidak hanya sekadar memotong, tapi harus memenuhi kaidah-kaidah syariat yang ketat.
Lebih dari sekadar teori, para juru sembelih ini dididik untuk memahami detail penting.
Misalnya, betapa vitalnya menggunakan pisau yang benar-benar tajam.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media