Bisnis . 23/05/2026, 07:14 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha, pasar-pasar tradisional di Jakarta mulai merasakan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan krusial.
Harga cabai rawit merah bahkan dilaporkan menembus angka fantastis Rp 80 ribu per kilogram, membuat para ibu rumah tangga pusing tujuh keliling.
Kenaikan harga ini sudah bisa diprediksi oleh para pedagang sebagai imbas dari tradisi menjelang hari besar keagamaan.
Pedagang sayur di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Sri Sulastri, mengungkapkan kepanikannya melihat harga komoditas yang terus melambung.
"Harga cabai rawit merah sekarang Rp 80 ribu/kilogram, kemarin masih Rp 65 ribu/kilogram," ujar Sri Sulastri melalui pesan singkat pada Jumat (sebelum tanggal berita ditulis).
Tak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya pun tak luput dari kenaikan tajam.
Harga cabai merah keriting yang sebelumnya dibanderol Rp 40 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 55 ribu per kilogram.
Bahkan, cabai rawit hijau pun ikut merasakan dampak lonjakan harga.
"Rawit hijau juga naik tinggi. Saya belanja di induk aja sudah mahal," keluh Sri, mengindikasikan sumber masalahnya memang berasal dari harga di pasar induk yang sudah tinggi.
Lebih lanjut, komoditas penting lainnya, bawang merah, juga mencatatkan kenaikan harga yang mengkhawatirkan.
Sri menyebutkan, harga bawang merah dari pasar induk sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram.
Dengan selisih keuntungan yang tipis, ia terpaksa menjual bawang merah kepada konsumen seharga Rp 70 ribu per kilogram.
"Yang mahal sekarang bawang merah, cabai keriting sama cabai rawit merah," tegas Sri, merujuk pada tiga komoditas yang paling memberatkan kantong konsumen.
Tidak berhenti di situ, harga cabai merah besar pun turut merangkak naik.
Saat ini, harga komoditas ini di pasar induk dilaporkan mencapai sekitar Rp 50 ribu per kilogram.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media