News . 25/05/2026, 15:57 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Masyarakat metropolitan kini sedang menghadapi gelombang kecemasan baru setelah kasus dugaan penipuan oleh penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) Marwah mencuat ke publik. Anda harus benar-benar waspada sebelum memilih vendor pernikahan agar tidak mengalami nasib buruk seperti pasangan pengantin baru ini.
Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur langsung mengambil langkah agresif untuk mengusut tuntas perkara kejahatan ini. Mereka tidak ingin membiarkan pelaku penipuan berkeliaran bebas setelah menguras dana milik masyarakat.
Tim penyidik bergerak cepat mendatangi langsung lokasi kantor milik manajemen WO Marwah di kawasan elite Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur. Tindakan tegas petugas ini bertujuan untuk memastikan keberadaan fisik dari perusahaan yang mengelola acara sakral tersebut.
Namun, aparat penegak hukum justru menemukan fakta mengejutkan yang membuat bulu kuduk merinding di lokasi kejadian. Kantor operasional WO Marwah ternyata sudah dalam kondisi tutup total dan tidak menunjukkan aktivitas bisnis sama sekali.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKP Bayu Kurniawan, memberikan konfirmasi langsung mengenai temuan mengecewakan di lapangan ini pada hari Senin. Dia menegaskan bahwa anak buahnya mendapati kantor tersebut sudah tidak beroperasi lagi saat pengecekan berlangsung.
"Hasil pengecekan kami bahwa terhadap kantor tersebut saat ini sudah tutup," ungkap Bayu di hadapan para awak media. Kepolisian sengaja mendatangi lokasi guna mengumpulkan bahan keterangan tambahan sekaligus mencocokkan data dari laporan para korban.
Aparat kepolisian kini memperluas jangkauan penyelidikan hingga ke wilayah tetangga demi membongkar alur penipuan ini secara benderang. Polisi menjadwalkan pemeriksaan intensif terhadap pihak pengelola gedung Islamic Center Bekasi dalam waktu dekat.
Penyidik memandang kesaksian dari pengelola gedung sebagai mata rantai krusial untuk menyingkap misteri hilangnya uang para korban. Gedung Islamic Center Bekasi sendiri merupakan tempat berlangsungnya pesta pernikahan dari pasangan yang bernasib malang tersebut.
AKP Bayu Kurniawan membeberkan rencana taktis ini sebagai bagian dari pendalaman kasus yang sedang menyedot perhatian publik Jakarta. Pihaknya ingin mengetahui secara detail bagaimana proses transaksi yang terjadi antara pelaku dengan manajemen gedung.
Polisi akan langsung memanggil pihak pengelola Islamic Center Bekasi demi transparansi data pembayaran. Langkah hukum ini bertujuan untuk mencocokkan bukti kwitansi transaksi yang ada di lapangan.
Penyelidikan awal mengungkap modus operasional yang sangat rapi dan licik dari pihak manajemen Catering Marwah. Pelaku sengaja mempermainkan kepercayaan konsumen dengan tidak melunasi kewajiban finansial mereka kepada vendor pihak ketiga.
Berdasarkan kesaksian dari para korban, manajemen Catering Marwah hanya menyetorkan uang muka atau down payment (DP) kepada pengelola gedung. Mereka sengaja menahan sisa uang pelunasan padahal pasangan pengantin sudah menyerahkan seluruh dana tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media