Sabtu, 30 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Hantavirus Belum Masuk Bekasi, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

TA
Tim Redaksi
26/05/2026, 18:02 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Hantavirus Belum Masuk Bekasi, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan hingga saat ini, belum ditemukan adanya kasus Hantavirus di wilayahnya.

Meski begitu, Dinas Kesehatan meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. 

“Per hari ini, 26 Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi belum menerima laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata.

Langkah antisipasi dilakukan, setelah sejumlah daerah mulai memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus tersebut. 

Advertisement

Dinkes Kabupaten Bekasi juga telah meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan deteksi dini, apabila ditemukan gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus. 

“Kami sudah menyiapkan puskesmas, rumah sakit, klinik, serta tenaga kesehatan untuk melakukan screening awal terhadap penyakit Hantavirus,” jelasnya.

Virus ini menjadi perhatian karena gejalanya kerap mirip penyakit umum lain seperti demam berdarah, tifus, hingga infeksi saluran pernapasan. 

Kondisi itu membuat masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala demam tinggi, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan yang muncul secara tiba-tiba. 

“Hantavirus memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah dan tifoid, seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, hingga sesak napas,” ucapnya.

Menurut Dinkes, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting untuk mencegah berkembangnya populasi tikus yang berpotensi membawa virus. 

Warga diimbau rutin membersihkan area rumah, membuang sampah pada tempatnya, serta menghindari penumpukan barang yang bisa menjadi sarang tikus. 

“Masyarakat kami imbau menjaga kebersihan lingkungan, rajin cuci tangan, serta membersihkan tempat-tempat yang diduga menjadi sarang tikus,” tuturnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati saat membersihkan area berdebu atau tempat yang diduga terkontaminasi kotoran tikus.

Advertisement

Penggunaan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, loteng, atau saluran air dinilai penting untuk meminimalkan risiko paparan virus. 

Dinas Kesehatan menegaskan, bahwa status nihil kasus bukan berarti masyarakat bisa lengah. Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif, dibanding penanganan ketika penyebaran sudah terjadi.

Bagikan Artikel
Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis
Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.