News . 26/05/2026, 20:37 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Ringkasan
fin.co.id - Kabar mengejutkan datang jelang Idul Adha 1447 Hijriah! Presiden Prabowo Subianto tidak tanggung-tanggung, siap membagikan ribuan sapi kurban untuk masyarakat Indonesia. Total ada 1.098 ekor sapi yang dialokasikan, sebuah langkah monumental yang mengindikasikan komitmen kuat terhadap pelaksanaan ibadah kurban di seluruh penjuru negeri.
Yang membuat gebrakan ini semakin fenomenal adalah sumber pendanaannya. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, dengan gamblang mengungkapkan bahwa seluruh sapi kurban ini dibeli menggunakan anggaran negara, tepatnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," tegas Juri Ardiantoro saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa program pembagian sapi kurban ini merupakan inisiatif pemerintah yang didanai oleh rakyat.
Tak hanya soal jumlah, kualitas sapi yang dibagikan pun menjadi sorotan utama. Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa 1.098 ekor sapi tersebut berasal langsung dari peternak lokal di berbagai daerah di Indonesia. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi para peternak, karena program ini secara langsung turut menggerakkan perekonomian mereka.
Harga masing-masing sapi tentu bervariasi, dipengaruhi oleh berat badan dan lokasi peternakan. Namun, secara keseluruhan, anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan seluruh sapi ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp100 miliar. Angka ini mencerminkan besarnya perhatian dan keseriusan pemerintah dalam menyediakan hewan kurban terbaik.
"Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar," urai Juri.
Lebih lanjut, jenis sapi yang dipilih pun bukan sembarangan. Pemerintah berupaya keras memilih sapi-sapi berkualitas premium dengan bobot yang ideal untuk kurban. Sebut saja jenis Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Carolaise. Variasi jenis ini menunjukkan komitmen untuk memberikan pilihan terbaik bagi masyarakat.
Tak hanya dari segi ukuran, aspek kesehatan dan kesesuaian syariat Islam juga menjadi prioritas utama. Juri memastikan bahwa seluruh sapi yang dibeli telah melalui pemeriksaan ketat dan dinyatakan sehat. Sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan pun menjadi jaminan kualitas.
"Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya memang berat, di atas 800 kilogram, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan. Jadi sapi-sapi sehat," pungkas Juri.
Strategi distribusi sapi kurban ini pun patut diacungi jempol. Pemerintah tidak hanya membagikan secara acak, melainkan memiliki skema yang terukur agar manfaatnya bisa dirasakan oleh sebanyak mungkin masyarakat.
Secara rinci, Juri memaparkan bahwa 598 ekor sapi kurban akan diserahkan kepada seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Ini berarti setiap daerah akan mendapatkan alokasi, memastikan pemerataan akses terhadap hewan kurban.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media