Kronologi Tragis Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Ditemukan Nenek Pulang Kerja Bersama Paman yang Sekarat
Kronologi lengkap pembunuhan balita 2 tahun di Bekasi. Nenek korban histeris temukan cucu tewas dengan organ terburai dan anaknya sekarat digorok.
fin.co.id - Tragedi berdarah yang menimpa seorang balita berinisial A (2 tahun 7 bulan) di Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi pada Rabu, 27 Mei 2026 meninggalkan duka sekaligus kengerian mendalam. Peristiwa pembunuhan sadis ini terungkap melalui urutan kejadian yang sangat mencekam bagi warga sekitar.
Ketua RT 02, Taufik Hidayat membeberkan secara rinci bagaimana runtutan awal mula penemuan jasad bocah malang tersebut hingga proses penyelidikan polisi saat ini. Kejadian kelam ini bermula dari sebuah rumah kontrakan yang sudah dihuni korban bersama keluarganya selama kurang lebih satu tahun terakhir.
1. Rutinitas Harian dan Kondisi Kontrakan yang Sepi
Setiap harinya, balita A tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama pamannya yang berinisial G, dan sang nenek yang berinisial M. Nenek M harus membanting tulang bekerja serabutan saban hari demi menghidupi anak dan cucunya tersebut.
Ketika M pergi bekerja, ia terbiasa meninggalkan G dan balita A berdua saja di dalam rumah kontrakan mereka. Sementara itu, sosok orang tua kandung dari balita A sendiri tidak pernah tinggal bersama mereka dan keberadaannya tidak diketahui oleh pengurus RT sejak awal.
2. Kepulangan Sang Nenek dan Penemuan Ruang Tengah Berdarah
Petaka mulai terendus saat M melangkah pulang ke rumah kontrakan seusai menyelesaikan pekerjaan serabutannya pada Rabu, 27 Mei 2026. Begitu membuka pintu, M langsung mendapati ruang tengah rumahnya sudah berubah menjadi ladang pembantaian yang penuh dengan genangan darah.
M menemukan cucunya, balita A, sudah terbujur kaku tidak bernyawa dengan kondisi fisik yang sangat mengenaskan akibat luka tusuk parah di sekujur tubuh hingga organ dalamnya keluar. Tepat di dekat jasad balita tersebut, anak kandungnya yang berinisial G juga tergeletak lemas dalam kondisi kritis akibat luka sayatan tajam di bagian leher.
3. Tangis Histeris M hingga Evakuasi Darurat oleh Warga
Melihat pemandangan mengerikan itu, tangis histeris M langsung pecah seketika di lokasi kejadian hingga mengundang kedatangan warga sekitar kontrakan. Ketua RT dan warga yang berdatangan langsung bergerak cepat menyelamatkan paman G yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Warga segera melarikan G ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisampurna agar pemuda yang sekarat dan kehabisan banyak darah tersebut segera mendapatkan penanganan medis intensif. Di area lantai tempat kedua korban terkapar, warga juga melihat sebilah pisau dapur yang tergeletak tidak jauh dari posisi tubuh mereka.
4. Olah TKP dan Pemeriksaan Sakit Kunci oleh Kepolisian
Keesokan harinya, Kamis, 28 Mei 2026, aparat kepolisian dari Polsek Jatisampurna langsung memperketat pengamanan di lokasi dan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Polisi memfokuskan penyelidikan pada barang bukti pisau dapur serta memeriksa M secara intensif sebagai orang pertama yang mengetahui tragedi naas tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menggali keterangan untuk mengungkap motif pasti serta memburu pelaku utama di balik pembunuhan keji ini. Warga setempat berharap misteri kematian balita tidak berdosa ini bisa segera terungkap jelas dan pelaku mendapat hukuman setimpal. - Dimas Rafi -