Bisnis . 29/05/2026, 11:15 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Selama tahun 2025, Hutama Karya secara agresif menguji coba teknologi mutakhir ini di berbagai proyek strategis mereka.Hasilnya? Sungguh mencengangkan!
Tim pengawasan mereka kini mampu menyandingkan detail rencana desain dengan kondisi lapangan secara jauh lebih akurat.Ini berarti, pengecekan pekerjaan menjadi sangat presisi, bahkan potensi kesalahan bisa terdeteksi lebih awal sebelum menyebar.
Ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah revolusi fundamental dalam cara kerja konstruksi yang menuntut ketepatan tanpa kompromi.
Di tengah kompleksitas pembangunan infrastruktur modern, akurasi menjadi kunci utama.Hutama Karya melihat AR dan VR sebagai solusi revolusioner untuk mengatasi tantangan ini.
Dengan mengintegrasikan teknologi ini bersama Building Information Modeling (BIM), Hutama Karya menciptakan jembatan mulus antara desain digital dan realitas lapangan.
Proses verifikasi pekerjaan pun menjadi jauh lebih mudah dipahami, baik oleh tim proyek di lapangan maupun oleh para pemangku kepentingan di berbagai tingkatan.
Bayangkan, Anda dapat melihat representasi 3D dari desain langsung di tengah lokasi konstruksi yang sebenarnya.Ini merupakan lompatan kuantum dibandingkan metode pengawasan konvensional yang serba manual.
Pendekatan ini menghilangkan banyak ambiguitas dan mempercepat pemahaman visual terhadap sebuah proyek.
Inovasi ini tidak hanya sebatas wacana di ruang rapat.Hutama Karya langsung membuktikan kehebatannya dengan menerapkannya pada proyek-proyek monumental yang sedang menjadi sorotan nasional.
Sebut saja proyek Pembangunan Gedung Hunian ASN dan Gedung MPR RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menjadi simbol pembangunan masa depan Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media