Jumat, 05 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Anggaran Underpass Jalan Nonon Sonthanie Kota Bekasi Rp150 Miliar

GW
Tim Redaksi
01/06/2026, 14:39 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Anggaran Underpass Jalan Nonon Sonthanie Kota Bekasi Rp150 Miliar

Jalan Nonon Sonthanie Bekasi (infobekasi)

fin.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengusulkan bantuan anggaran sekitar Rp150 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi strategis untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik rawan di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan bahwa saat ini proyek masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“DED masih berjalan. Untuk pembangunan underpass saja estimasinya sekitar Rp150 miliar, itu belum termasuk jalan pendekat,” ujar Idi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (1/6/2026).

Fokus Bertahap, Jalan Pendekat Dibangun Daerah

Pemkot Bekasi menegaskan pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah daerah akan fokus pada pembangunan jalan pendekat sebagai bagian dari kewenangan daerah.

Sementara itu, untuk konstruksi utama underpass, Pemkot berencana mengajukan dukungan pendanaan ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

“Untuk jalan pendekat menjadi tanggung jawab kami. Sedangkan pembangunan underpass akan kami usulkan ke pemerintah pusat karena lahannya merupakan milik Kementerian PU,” jelasnya.

Target 2027 Mulai Konstruksi

Advertisement

Idi menyebutkan, pada 2027 pihaknya akan mulai melanjutkan pembangunan jalan pendekat sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat agar proyek underpass segera direalisasikan.

Jika seluruh proses berjalan lancar, pembangunan underpass diperkirakan memakan waktu sekitar 7 hingga 8 bulan.

Pembangunan underpass ini menjadi sangat krusial seiring dengan proyek double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta api yang tengah dikembangkan.

Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan kereta, perlintasan sebidang dinilai semakin berisiko dan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang hingga kecelakaan.

Proyek ini kembali menjadi sorotan setelah insiden tabrakan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang memicu kekhawatiran masyarakat.

Ke depan, Pemkot Bekasi memproyeksikan seluruh perlintasan sebidang di wilayahnya akan ditutup secara bertahap.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertata dan efisien.

Dengan hadirnya underpass Nonon Sonthanie, mobilitas warga Bekasi Timur diharapkan semakin lancar tanpa terganggu jadwal perjalanan kereta api yang terus meningkat.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi