News . 02/06/2026, 15:55 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Warga Kabupaten Karawang mendadak geger akibat fenomena mengerikan yang terjadi di saluran irigasi induk. Berbagai jenis ikan mendadak mati massal dan mengambang secara misterius sejak awal pekan ini.
Kondisi mencekam ini langsung memicu kepanikan massal di kalangan masyarakat setempat. Ribuan bangkai makhluk air tawar terlihat memenuhi permukaan air dan terus bertambah secara drastis.
Seorang warga Guro, Kelurahan Karawang Wetan, Ujang, memberikan kesaksian mencekam mengenai awal mula bencana ini. Beliau mengaku sudah menyaksikan fenomena ganjil tersebut sejak Senin malam waktu setempat.
Petaka ini ternyata tidak berhenti sampai di situ saja. Jumlah satwa air yang meregang nyawa justru semakin melonjak drastis pada keesokan harinya.
Berdasarkan pantauan langsung, hamparan bangkai ini tersebar luas di sejumlah titik vital saluran irigasi primer. Lokasi paling parah berada di kawasan Tanggul Johar, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur.
Selain wilayah tersebut, pemandangan serupa yang tidak kalah mengerikan juga terlihat jelas di sekitar Perumahan CKM. Ekosistem sungai di area-area ini tampak lumpuh total dan memprihatinkan.
Fenomena ini tergolong sangat ekstrem karena jenis biota air yang tewas sangat beragam. Mulai dari ikan tawes, baung, hingga berbagai varietas air tawar endemik lainnya kini tak bernyawa.
Hal yang paling mengejutkan sekaligus mengerikan adalah ikut matinya spesies sapu-sapu di lokasi tersebut. Padahal, semua orang tahu bahwa satwa pembersih tangki ini terkenal memiliki daya tahan tubuh luar biasa.
Bangkai-bangkai makhluk malang ini sekarang mengambang bebas terbawa arus riak air. Sebagian besar di antaranya mulai berkumpul dan menumpuk di area pinggiran tanggul.
Melihat fenomena aneh ini, warga sekitar justru mengambil tindakan yang cukup berisiko. Masyarakat berbondong-bondong turun ke tepi sungai untuk memungut bangkai-bangkai yang terapung tersebut.
Alih-alih merasa takut, beberapa orang bahkan nekat membawa pulang hasil tangkapan gratis tersebut ke rumah masing-masing. Tindakan ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat penyebab kematian massal belum terungkap.
Hingga detik ini, teka-teki mengenai pemicu utama kehancuran ekosistem air tawar tersebut masih simpang siur. Namun, desas-desus liar mengenai sabotase lingkungan mulai berembus kencang di tengah warga.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media