Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
Bisnis

WASPADA Harga Meroket! Daftar Harga Pangan Hari Ini, Telur Ayam Naik!

GW
Tim Redaksi
02/06/2026, 11:04 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
WASPADA Harga  Meroket! Daftar Harga Pangan Hari Ini, Telur Ayam  Naik!

Pedagang Telur di Pasar Tradisional di Kabupaten Tangerang

fin.co.id - Para ibu rumah tangga dan pengelola rumah tangga di seluruh Indonesia pasti merasakan beban berat di kantong pekan ini. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang berada di bawah naungan Bank Indonesia, baru saja merilis data mengejutkan yang menunjukkan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan pokok.

Situasi ini tentu saja membuat anggaran belanja semakin menipis dan kekhawatiran akan inflasi pangan semakin membayangi.

Data terbaru yang dirilis PIHPS Nasional per Selasa, pukul 09.50 WIB, menunjukkan bahwa harga komoditas yang paling banyak dikeluhkan, yaitu cabai rawit merah, mencapai angka fantastis Rp75.650 per kilogram.

Angka ini jelas di luar nalar bagi banyak keluarga yang menjadikan cabai sebagai bumbu wajib dalam masakan sehari-hari. Pedasnya harga ini setara dengan rasa pedas yang dihasilkan dari cabai itu sendiri.

Advertisement

Tidak hanya cabai rawit merah, komoditas pokok lainnya yang tak kalah penting, yaitu telur ayam ras, juga ikut-ikutan meroket. Harganya tercatat menembus Rp30.400 per kilogram. Bayangkan, harga sebungkus telur kini bisa membuat Anda berpikir ulang untuk mengolahnya menjadi lauk utama. Kenaikan ini tentu saja memukul telak bagi masyarakat yang mengandalkan telur sebagai sumber protein terjangkau.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena cabai dan telur merupakan dua komoditas yang permintaannya sangat tinggi di pasar domestik. Keduanya menjadi tulang punggung dalam sajian kuliner nusantara. Kenaikan harga yang drastis ini memaksa masyarakat untuk berpikir keras dalam mengatur kembali anggaran belanja mereka. Ada kemungkinan banyak keluarga yang terpaksa mengurangi konsumsi kedua bahan pangan ini atau mencari alternatif lain yang mungkin belum tentu sepadan.

Dampak lonjakan harga ini tidak hanya berhenti pada cabai rawit merah dan telur ayam ras. Berdasarkan data PIHPS yang sama, sejumlah komoditas pangan lain di tingkat pedagang eceran secara nasional juga menunjukkan tren kenaikan yang tidak kalah mengkhawatirkan. Mari kita bedah satu per satu agar Anda mendapatkan gambaran lengkapnya.

Bagi Anda yang sering menggunakan bumbu dapur, harga bawang merah kini bertengger di angka Rp54.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih, yang juga menjadi bumbu esensial, dibanderol seharga Rp39.600 per kilogram. Kenaikan harga kedua jenis bawang ini tentu saja akan berdampak pada biaya produksi makanan rumahan maupun usaha kuliner skala kecil.

Sektor beras, yang merupakan makanan pokok utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, juga tidak luput dari kenaikan. Beras kualitas bawah I kini mencapai Rp15.150 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II Rp14.800 per kilogram. Untuk beras kualitas medium, harganya berkisar antara Rp15.850 per kilogram (medium I) hingga Rp15.750 per kilogram (medium II). Sementara itu, beras kualitas super pun tidak mau kalah, yakni Rp16.950 per kilogram untuk super I dan Rp16.550 per kilogram untuk super II.

PIHPS juga mencatat adanya kenaikan harga pada jenis cabai lainnya. Cabai merah besar mencapai Rp63.500 per kilogram, cabai merah keriting Rp63.450 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp57.800 per kilogram. Rentetan kenaikan harga cabai ini menunjukkan adanya masalah pada pasokan atau distribusi yang perlu segera ditangani.

Tidak hanya komoditas pertanian, sektor peternakan pun turut merasakan dampak kenaikan harga pangan. Daging ayam ras segar kini diperdagangkan dengan harga Rp36.900 per kilogram. Bagi pengusaha rumah makan atau warung makan, ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga harga jual produk mereka agar tetap terjangkau konsumen.

Sektor daging sapi juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Daging sapi kualitas I mencapai Rp150.700 per kilogram, sementara kualitas II berada di harga Rp143.900 per kilogram. Harga daging sapi ini sudah sejak lama menjadi perhatian karena termasuk dalam kategori premium dan kenaikan sekecil apapun akan terasa signifikan bagi sebagian besar masyarakat.

Terakhir, komoditas gula pasir dan minyak goreng. Gula pasir kualitas premium tercatat seharga Rp20.200 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp19.250 per kilogram. Minyak goreng curah kini dihargai Rp20.850 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harganya lebih tinggi, yaitu Rp24.250 per liter untuk merek I dan Rp23.250 per liter untuk merek II. Kenaikan harga minyak goreng ini sangat krusial mengingat minyak merupakan kebutuhan pokok yang digunakan hampir setiap hari dalam berbagai olahan masakan.

Advertisement

Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah untuk segera melakukan intervensi dan mencari solusi permanen. Kenaikan harga pangan yang merata seperti ini berpotensi memicu inflasi yang lebih luas dan berdampak negatif pada daya beli masyarakat. Para pemangku kepentingan diharapkan dapat bekerja sama untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi