Detik-Detik Mencekam! WN Korea Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Pelaku Beraksi Brutal dan Terencana
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni menjelaskan kronologis kasus pembunuhan terhadap WNA asal Korea Selatan di Mapolres setempat, Selasa.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
fin.co.id - Kasus pembunuhan sadis terhadap warga negara Korea Selatan, Byong Chan Sang (66), di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengungkap fakta-fakta mengejutkan. Aksi keji ini ternyata sudah direncanakan secara matang, bahkan melibatkan lebih dari satu pelaku dengan imbalan ratusan juta rupiah.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di kediaman korban di Kampung Buaran, Desa Lambangsari. Polisi kini mengungkap kronologi lengkap yang membuat publik merinding.
Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Pol. Sumarni, menjelaskan bahwa pembunuhan ini bermula dari kesepakatan antara dua tersangka, yakni SJ dan HW.
HW bertindak sebagai eksekutor, sementara SJ diduga sebagai pihak yang menginisiasi aksi tersebut. Keduanya sepakat menghabisi korban dengan bayaran Rp139 juta.
Tak hanya itu, sebelum aksi dilakukan, mereka beberapa kali bertemu untuk menyusun rencana. HW bahkan meminta tambahan dana Rp9 juta untuk membeli sepeda motor guna memantau situasi di sekitar rumah korban.
Malam Mencekam: Pelaku Datang Menyamar
Pada Selasa malam (26/5/2026) sekitar pukul 22.40 WIB, HW bergerak menuju rumah korban dengan penyamaran lengkap. Ia mengenakan hoodie biru, topi hitam, masker, celana panjang, dan sandal untuk menghindari identifikasi.
Setibanya di lokasi, pelaku masuk ke dalam rumah setelah pintu pagar dibukakan oleh anak korban.
Di dalam rumah, korban terlihat sedang duduk di meja makan sambil menggunakan laptop—tanpa menyadari ancaman mematikan yang sudah di depan mata.
Serangan Brutal Tanpa Ampun
Saat korban menyadari kehadiran pelaku dan sempat berdiri untuk menegur, HW langsung melancarkan serangan tanpa memberi kesempatan untuk melawan.
Pelaku menusuk perut kiri korban berkali-kali menggunakan pisau buah yang telah disiapkan. Tak berhenti di situ, ia juga menghantam bagian belakang kepala korban menggunakan barbel.
Serangan brutal tersebut membuat korban tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka tusuk dan benturan keras.
Barang Berharga Dibawa Kabur
Setelah memastikan korban tak berdaya, pelaku melanjutkan aksinya dengan mengambil sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya laptop, perangkat DVR CCTV, serta kartu ATM BCA yang diambil dari dompet korban.
Barang-barang tersebut diduga untuk menghilangkan jejak sekaligus menguasai aset korban.
Temui Otak Pelaku, Minta Tambahan Uang
Usai melakukan pembunuhan, HW langsung menemui SJ di dalam mobil untuk menyerahkan kartu ATM milik korban.
Dalam pertemuan tersebut, HW kembali meminta tambahan uang sebesar Rp20 juta yang kemudian diberikan secara tunai.
Untuk menghapus jejak kejahatan, keesokan harinya pelaku membuang pisau, laptop, dan DVR CCTV ke aliran Sungai Kalimalang.
Tak hanya itu, pakaian yang digunakan saat beraksi—termasuk hoodie biru, topi hitam, dan sarung tangan—dibakar di area dekat tempat pelaku bekerja.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Aparat tengah mendalami motif di balik pembunuhan berencana tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan tingkat kekerasan dan perencanaan yang sangat matang dalam aksi kriminal.