Jalan Inspeksi Kalimalang Jadi Prioritas Utama 2026, Anggaran Rp100 Miliar Lebih Siap Ubah Wajah Bekasi!
Pemerintah Kabupaten Bekasi prioritaskan pembangunan 3 ruas Jalan Inspeksi Kalimalang pada 2026 dengan kucuran anggaran fantastis Rp100 miliar lebih. - Dok. Diskominfosaintik -
fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi membawa kabar yang sangat menggembirakan bagi Anda para pengguna jalan yang sering melintasi area Kalimalang. Pihak berwenang menaruh perhatian serius untuk menyulap jalur ini menjadi rute yang super nyaman dan bebas hambatan.
Melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK), pemerintah mengumumkan proyek pengerjaan besar-besaran untuk mengoptimalkan infrastruktur vital ini. Kebijakan strategis ini bertujuan mendukung tingkat kemantapan jalur yang kini sebenarnya sudah menyentuh angka 85 persen.
Tiga Ruas Utama Siap Dirombak Total Tahun Ini
Manajemen dinas terkait memprioritaskan pembangunan pada tiga titik krusial di sepanjang jalur alternatif yang menghubungkan berbagai wilayah strategis tersebut. Langkah taktis ini akan mengurai potensi kesemrawutan lalu lintas sebelum volume kendaraan melonjak semakin padat.
Tiga lokasi yang masuk daftar utama meliputi kawasan batas kota menuju Cibitung, kemudian berlanjut dari ruas Tegal Gede hingga Tegal Danas. Titik terakhir yang menjadi fokus pengerjaan adalah jalur yang mengarah langsung ke perbatasan wilayah Kabupaten Karawang.
"Yang menjadi konsen bidang kami itu pada tiga ruas tersebut yang mana arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun kendaraan besar belum terlalu ramai, kemungkinan tiga ruas itu yang menjadi prioritas tahun 2026 ini," ujar Kepala Bidang Pembangunan Jalan pada Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Dede Chairul.
Gelontoran Dana Fantastis Rp100 Miliar Demi Kenyamanan Pengendara
Pemerintah daerah tidak main-main dalam membenahi fasilitas publik ini demi mendongkrak mobilitas harian masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Pengalokasian dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama dua tahun terakhir terbukti sangat masif.
Masyarakat kini sudah bisa merasakan perubahan yang sangat signifikan saat melintasi jalur alternatif yang dulunya terkenal kupak-kapik ini. Fokus utama ke depan adalah menyempurnakan fasilitas penunjang jalan agar kualitas berkendara semakin meningkat tajam.
"Kita menganggarkan jalur Inspeksi Kalimalang luar biasa sebesar Rp100 miliar lebih, kalau kita lihat kondisinya kemantapannya sekitar 85 persen, jadi hanya butuh pemeliharaan jalan kemudian fasilitas pelengkap seperti utilitas dan sebagainya," kata Dede menjelaskan.
Atasi Masalah Parkir Liar dan Kendaraan Putar Balik Sembarangan
Sebelum proyek perbaikan ini berjalan, para pengguna jalan sering mengeluhkan banyak titik yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Kondisi tersebut diperparah oleh absennya pembatas jalan yang membuat para pengendara motor sering berputar arah secara sembarangan.
Ketiadaan pembatas ini juga memicu maraknya aksi parkir liar di bahu jalan yang sering menyebabkan kemacetan panjang yang merugikan waktu Anda. Oleh karena itu, dinas terkait akan fokus melanjutkan pemasangan median jalan pada kedua sisi untuk menertibkan arus kendaraan.
Kendala Pembebasan Lahan dan Proyek Tol Becakayu
Pemerintah mengakui bahwa pengerjaan pembatas jalan di wilayah Kecamatan Tambun Selatan masih terputus akibat kendala pengadaan tanah masyarakat. Urusan pembebasan lahan ini berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi.