Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Resmi Jadi Markas Semen Padang FC
Suasana persiapan Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi
fin.co.id - Dalam sebuah manuver mengejutkan yang mengguncang lanskap sepak bola nasional, Semen Padang FC secara resmi mengumumkan kepindahan markas tim mereka.
Mulai musim Liga 2 2026/2027, 'Kabau Sirah' akan menjamu lawan-lawannya di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Keputusan strategis ini bukan sekadar ganti kandang biasa. Perkembangan ini dikonfirmasi pada Kamis (4/6/2026), seiring dimulainya proyek renovasi besar-besaran di stadion kebanggaan mereka di Padang.
Manajemen klub terpaksa mengambil langkah migrasi ini karena Stadion H Agus Salim, markas lama yang sarat sejarah, tidak dapat digunakan lagi untuk sementara waktu.
Proses pembongkaran total Stadion H Agus Salim kini sedang berjalan demi pembangunan ulang yang sesuai dengan standar baku FIFA. Ini menandakan komitmen besar untuk masa depan stadion ikonik tersebut.
Renovasi Besar-Besaran Stadion H Agus Salim
Pengerjaan fisik di Stadion H Agus Salim sendiri sudah dimulai sejak Mei tahun ini. Proyek infrastruktur olahraga prestisius ini ditargetkan rampung secara keseluruhan dalam waktu satu tahun ke depan.
Tujuannya jelas: agar stadion legendaris ini bisa kembali beroperasi dengan fasilitas kelas dunia.
Sebelum keputusan pindah markas ini mengemuka, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sempat melayangkan teguran keras kepada manajemen Semen Padang FC. Otoritas liga menilai kondisi Stadion H Agus Salim sudah tidak memadai lagi untuk menggelar pertandingan di kasta tertinggi.
Berdasarkan temuan verifikasi PT LIB, beberapa fasilitas krusial di Stadion H Agus Salim dinilai sudah buruk dan jauh dari kata layak. Temuan ini tentu menjadi alarm serius bagi manajemen klub.
Beberapa aspek fasilitas yang menjadi sorotan utama dalam temuan tersebut meliputi kualitas toilet umum yang memprihatinkan dan kurang terawat.
Selain itu, intensitas pencahayaan lampu stadion juga dianggap tidak memadai, terutama untuk menggelar pertandingan di malam hari.
Kondisi kursi tribun penonton yang banyak mengalami kerusakan fisik juga menjadi catatan penting dari PT LIB.
Fasilitas ruang VIP pun dinilai belum memenuhi standar kelayakan minimum yang disyaratkan.
Tak ketinggalan, kualitas rumput lapangan juga dikaji belum layak untuk pertandingan profesional tingkat tinggi.