News . 07/06/2026, 10:36 WIB

Fasilitas Kesehatan Jabar Timpang Parah! Dua Wilayah Bekasi Kuasai Hampir 100 Rumah Sakit, Daerah Lain Merana

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari sektor fasilitas kesehatan Jawa Barat yang memperlihatkan jurang pemisah sangat lebar antarwilayah. Kamu yang tinggal di area megapolitan patut bersyukur karena investasi medis swasta dan pemerintah menumpuk drastis di sekitarmu.

Berdasarkan data terbaru, wilayah Bekasi sukses mengukuhkan diri sebagai raja infrastruktur medis dengan kepemilikan jumlah pusat kesehatan modern paling masif. Peta sebaran ini sekaligus memicu alarm darurat mengenai ketimpangan akses layanan pengobatan yang sangat ekstrem di provinsi ini.

Dua Wilayah Bekasi Sukses Caplok Seperempat Rumah Sakit Umum Jabar

Kabupaten Bekasi secara mengejutkan memimpin takhta sebagai daerah dengan jumlah RS umum terbanyak di Jawa Barat pada tahun 2025 kemarin. Wilayah industri raksasa ini kokoh berdiri di peringkat pertama dengan mengoperasikan total 51 unit fasilitas medis besar.

Tidak mau kalah, wilayah tetangganya yaitu Kota Bekasi membayangi ketat di posisi kedua dengan kepemilikan sebanyak 47 unit gedung pusat penyembuhan. Jika kita total, duet maut dua wilayah bertetangga ini sukses menyumbang angka fantastis hingga mencapai 98 RS umum.

Angka penumpukan tersebut setara dengan hampir seperempat dari total keseluruhan 383 RS umum yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Barat. Ledakan jumlah pusat kesehatan di dua area ini terjadi seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi dan melonjaknya jumlah penduduk urban.

Tragis! Pangandaran dan Tasikmalaya Malah Kekurangan Fasilitas Medis

Pemandangan yang berbanding terbalik justru menimpa beberapa daerah tingkat dua lainnya di Jawa Barat yang posisinya jauh dari pusat ibu kota. Warga setempat harus berjuang ekstra keras dan rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan akses penanganan medis yang layak.

Kabupaten Pangandaran mencatatkan rekor paling memprihatinkan karena tercatat hanya memiliki 1 unit RS umum saja untuk melayani seluruh warganya. Kondisi yang hampir mirip juga menimpa Kabupaten Tasikmalaya yang terpantau megap-megap karena cuma mengoperasikan 2 unit RS umum.

Ketimpangan yang sangat mencolok ini menjadi bukti nyata bahwa urusan pemerataan fasilitas kesehatan di Jawa Barat masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat. Pemerintah daerah wajib segera mengambil langkah taktis agar warga di pelosok tidak kehilangan hak mendapatkan pengobatan cepat.

Alarm Keras Ketimpangan Sosial, Pemerintah Wajib Ambil Tindakan

Fenomena penumpukan investasi medis di wilayah penyangga Jakarta ini tentu tidak boleh terus berjalan tanpa adanya intervensi regulasi yang tegas. Otoritas berwenang harus mulai memberikan insentif khusus agar para investor mau membangun jaringan rumah sakit baru di area selatan.

Jika kondisi pelik ini terus berlanjut, angka harapan hidup dan kualitas pelayanan publik antar-kabupaten akan semakin timpang dan tertinggal jauh. Mari kita kawal bersama kebijakan jaminan kesehatan nasional agar setiap nyawa masyarakat di Jawa Barat mendapatkan perlindungan medis yang setara. (*)

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com