News . 08/06/2026, 09:17 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi.
Gempa kuat yang terjadi pukul 06.37 WIB itu berpusat di laut pada kedalaman 47 kilometer, tepatnya di sektor Mindanao, Filipina, atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Guncangan besar tersebut berpotensi memicu tsunami yang mengancam sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pihaknya telah mengaktifkan sistem peringatan dini tsunami dan terus memantau perkembangan situasi secara intensif.
"BMKG telah mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, termasuk Kalimantan Timur," ujarnya dalam konferensi pers virtual.
Daftar Wilayah Siaga Tsunami
BMKG menetapkan sejumlah daerah dalam status Siaga Tsunami, yang berarti masyarakat harus segera melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. Wilayah yang masuk kategori Siaga meliputi:
Sementara itu, status Waspada Tsunami diberlakukan untuk:
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan yang telah dikeluarkan.
"Untuk wilayah Siaga, masyarakat harus segera menjauhi pantai dan menuju dataran yang lebih tinggi. Sedangkan wilayah Waspada diminta menghentikan seluruh aktivitas di pesisir pantai maupun tepian sungai," tegas Faisal.
Situasi semakin menjadi perhatian setelah sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) mendeteksi dua gempa susulan atau aftershock hingga pukul 07.11 WIB.
Gempa susulan tersebut masing-masing berkekuatan:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media