News . 11/06/2026, 17:47 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Dampak musim kemarau tahun 2026 mulai nyata dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Bekasi. Akibat hujan yang absen mengguyur selama kurang lebih satu bulan terakhir, warga di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, kini harus berjuang keras demi mendapatkan setetes air bersih.
Kondisi ini membuat aktivitas domestik warga, seperti memasak, mencuci pakaian, hingga mandi menjadi terhambat. Bahkan, tim petugas di lapangan menemukan fakta memprihatinkan bahwa sejumlah kepala keluarga telah kehabisan persediaan air total selama tiga hari terakhir, hingga terpaksa merogoh kocek untuk membeli air eceran.
Merespons jeritan warga yang mulai kesulitan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi tidak tinggal diam. Sebanyak 10.000 liter air bersih langsung didistribusikan menggunakan armada mobil tangki ke wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, mengonfirmasi bahwa pengiriman ini merupakan langkah perdana atau distribusi air bersih pertama yang dilakukan instansinya pada musim kemarau tahun ini.
“Pengiriman air bersih sudah mulai dilakukan sejak Selasa kemarin sebagai langkah cepat membantu warga yang terdampak kekeringan,” kata Dody, Kamis (11/06/2026).
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi, bantuan air bersih ini difokuskan ke dua titik krusial di Desa Nagasari yang mengalami defisit air paling parah:
Kampung Pasir Kupang (RT 002/RW 001): Dipasok 5.000 liter air bersih.
Kampung Tegal Badak (RT 009/RW 005): Dipasok 5.000 liter air bersih.
Total bantuan ini diperuntukkan bagi sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 90 jiwa yang terdampak langsung. Kehadiran truk tangki air ini disambut antusias dan suka cita oleh warga yang sudah mengantre membawa jeriken serta ember sejak pagi.
Proses distribusi bantuan ini berjalan tertib berkat kerja sama keroyokan dari berbagai unsur di lapangan, mulai dari personel Satpol PP, perangkat Desa Nagasari, hingga para ketua RT setempat yang ikut mengatur jalannya pembagian air agar tepat sasaran.
Dody Supriadi mengingatkan bahwa fenomena kekeringan ini berpotensi meluas ke beberapa kecamatan lain di Kabupaten Bekasi apabila musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari perkiraan. Oleh sebab itu, pihaknya terus bersiaga dan memantau pergerakan kondisi geografis wilayah.
Bagi masyarakat Kabupaten Bekasi di wilayah lain yang mulai mengalami kendala serupa, BPBD mengimbau untuk tidak panik. Warga diminta aktif berkoordinasi dengan aparatur setempat.
"Kami sarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui pemerintah desa atau kecamatan setempat agar laporan tersebut dapat langsung diteruskan kepada BPBD untuk segera kami tindak lanjuti," pungkas Dody.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media