News . 11/06/2026, 16:41 WIB

Seret Nama Ketua APDESI Jabar, Polres Metro Bekasi Selidiki Kasus Penggerebekan Rumah Warga Dipimpin Oknum Kades

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

fin.co.id - Jagat publik Kabupaten Bekasi digegerkan oleh dugaan aksi gaya koboi yang melibatkan seorang aparatur desa. Seorang oknum Kepala Desa (Kades) berinisial WK, yang juga disebut-sebut menjabat sebagai Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat, resmi dilaporkan ke Polres Metro Bekasi atas dugaan aksi intimidasi mencekam menggunakan senjata api.

Laporan panas ini tercatat resmi dengan Nomor: STTLAPDUAN/799/V/2026/SAT RESKRIM/RESTRO BKS/PMJ tertanggal 30 Mei 2026. Pihak kepolisian pun memastikan kasus ini sudah masuk dalam radar penanganan serius.

“Masih dalam proses penyelidikan,” tegas Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, saat dimintai konfirmasi oleh awak media, Rabu (10/6/2026).

Kronologi Penggerebekan Mencekam Pukul 2 Pagi di Pebayuran

Berdasarkan data laporan yang diajukan oleh korban bernama Layla Rizky, peristiwa menegangkan itu terjadi pada Sabtu (30/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.57 WIB. Suasana senyap di Kampung Pintu, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa.

Rumah korban tiba-tiba dikepung oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK). Aksi rombongan ini terbilang nekat dan agresif:

Sistem Kepung: Anggota rombongan diduga masuk tanpa izin dengan cara memanjat pagar rumah korban.

Naik ke Atap: Beberapa orang di antaranya bahkan nekat naik ke atas atap bangunan utama rumah sebelum akhirnya berinteraksi dengan penghuni di dalam.

Belakangan terkuak, rombongan OTK tersebut diduga dipimpin langsung oleh WK yang memperkenalkan diri sebagai Kades Wanasari sekaligus Ketua DPD APDESI Jabar. WK datang membawa rombongan besar, termasuk seorang wanita yang diakui sebagai anak kandungnya.

Oknum Kades Tunjukkan Pistol dan Bentak Pemilik Rumah

Karena ketakutan melihat kedatangan rombongan asing di jam tidak wajar, Layla sempat meminta surat tugas dari beberapa orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian. Namun, dokumen tersebut hanya diperlihatkan sekilas tanpa diizinkan untuk dibaca. Pintu gerbang baru dibuka setelah Ketua AKPERSI DPD Jabar, Ahmad Syarifudin, datang ke lokasi untuk menengahi situasi sebagai saksi.

Begitu berhasil merangsek masuk ke dalam rumah, suasana justru semakin memanas. Rombongan tersebut mulai menginterogasi keluarga pelapor dan mencari keberadaan seseorang misterius bernama "Ncex".

Dalam ingatan pelapor, di tengah tekanan emosional tersebut, WK diduga kuat sempat mengeluarkan dan menunjukkan sebuah pistol di hadapan orang-orang yang hadir sembari menuntut agar orang yang dicari segera dipertemukan dengannya.

Adu Mulut hingga Perusakan Fasilitas Rumah

Kendati korban akhirnya mengizinkan penggeledahan dilakukan, situasi di area garasi justru lepas kendali. Terjadi adu mulut hebat antara pelapor dengan anak perempuan WK.

Anak perempuan oknum kades tersebut diduga melontarkan makian kasar, melakukan pemukulan fisik terhadap kendaraan yang terparkir di garasi, hingga menendang kandang ayam milik korban. Akibat amukan massal dini hari tersebut, pagar rumah korban dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga roboh.

Merasa keselamatan jiwanya terancam dan mengalami kerugian material, Layla Rizky memutuskan langsung melaporkan kejadian ini ke jalur hukum di pagi harinya.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Bekasi masih terus mengumpulkan bukti-bukti dokumen serta saksi di TKP. Sementara itu, pihak terlapor WK belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait tudingan aksi koboi bawa pistol ini demi asas praduga tak bersalah.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com