News . 12/06/2026, 07:01 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Gempar! Nama Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, mendadak ramai diperbincangkan di jagat maya. Ia terseret dalam pusaran dugaan korupsi program makan bergizi gratis (MBG) yang tengah panas diselidiki Kejaksaan Agung (Kejagung).
Munculnya nama Sumarni dalam sebuah unggahan viral di media sosial yang memuat daftar pihak-pihak yang diduga terkait kasus ini membuat publik penasaran. Daftar tersebut bahkan mencantumkan nama politisi, pejabat negara, hingga aparat penegak hukum, menciptakan spekulasi liar.
Namun, Kombes Pol Sumarni dengan tegas membantah keras segala tudingan yang mengaitkan dirinya dengan kasus miring ini. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat sedikit pun dalam pengelolaan, apalagi melakukan penyimpangan dana, pada program makan bergizi gratis yang dijalankan melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Pernyataan Sumarni ini menjadi benteng pertahanan diri di tengah derasnya isu yang beredar.
Menanggapi isu yang mencatut namanya, Sumarni memberikan klarifikasi yang cukup mengejutkan. Ia mengakui ada sebuah komunikasi dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Namun, Sumarni menekankan bahwa komunikasi tersebut sangat terbatas dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan proyek, anggaran, atau transaksi keuangan program MBG.
“Saya pernah dimintai tolong oleh yang bersangkutan untuk membantu pembuatan SPPG yang berada di lingkungan pondok pesantren di Cirebon. Itu saja, tidak ada yang lain,” ujar Sumarni dengan lugas saat ditemui di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. Pernyataannya ini seolah membuka tabir tentang interaksi yang sebenarnya terjadi.
Menurut Sumarni, interaksinya dengan Sony Sonjaya sebatas usulan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Ia menambahkan, banyak pihak dan tokoh lain yang juga disebut-sebut akan diberikan program SPPG. Namun, pada akhirnya, usulan tersebut tidak terealisasi.
“Cuma komunikasi saja. Banyak pihak dan tokoh yang katanya akan diberikan SPPG. Namun, pada akhirnya tidak juga terealisasi,” ungkapnya.
Sumarni lebih lanjut menjelaskan bahwa beberapa pihak yang sebelumnya dijanjikan memperoleh program SPPG sempat menanyakan perkembangan dan realisasi program tersebut. Akibatnya, ia merasa perlu menghubungi Sony Sonjaya untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai status program yang diusulkan.
“Karena itu, ia menghubungi Sony Sonjaya untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan program tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, ia dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada urusan jual beli atau bagi-bagi keuntungan dalam interaksinya tersebut. “Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak membayar, dan tidak mendapatkan keuntungan apa pun,” tegasnya, seolah ingin menutup ruang bagi interpretasi yang salah.
Kapolres Metro Bekasi ini kembali menegaskan posisinya, ia sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan korupsi tata kelola program makan bergizi gratis yang kini menjadi perhatian serius Kejaksaan Agung.
“Tidak benar itu. Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dahulu saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG,” tandasnya. Pernyataan ini secara gamblang ditujukan untuk merespons spekulasi yang berkembang liar di media sosial.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media