Harga Pertamax Melonjak, Pertalite Mulai Diserbu Warga: Bakal Segera Langka? Ini Kata Pertamina
BBM Pertalite kosong di sejumlah SPBU
fin.co.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat sebagian besar pemilik kendaraan gigit jari.
Dampaknya mulai terasa, migrasi massal konsumen dari Pertamax ke Pertalite tak terbendung.
SPBU di berbagai daerah mulai diserbu antrean kendaraan, memicu kekhawatiran baru di tengah masyarakat: Apakah Pertalite bakal langka?
Menanggapi kepanikan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga langsung buka suara dan memberikan kepastian terkait pasokan BBM bersubsidi ini.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik.
Pertamina menjamin ketersediaan Pertalite di seluruh jaringan SPBU tetap aman dan distribusinya berjalan normal sesuai penugasan pemerintah.
“Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Roberth dalam keterangan resminya.
Untuk mengantisipasi efek domino dari melonjaknya harga Pertamax, Pertamina telah menyiagakan sistem monitoring terintegrasi dari hulu ke hilir.
Berikut adalah langkah taktis yang disiapkan Pertamina untuk menjaga pasokan:
- Optimalisasi Rantai Pasok: Memaksimalkan infrastruktur terminal BBM, armada distribusi, hingga lembaga penyalur di seluruh Indonesia.
- Pantauan Real-Time: Mengawasi pergerakan stok BBM secara digital untuk mendeteksi wilayah yang mengalami lonjakan permintaan.
- Skema Penguatan Distribusi: Jika terjadi kelangkaan atau antrean mengular di suatu wilayah, Pertamina akan langsung melakukan respons cepat dengan menambah pasokan ke area tersebut.
Pertamina juga bersinergi dengan 8 Cabang Kantor Wilayah (Regional 1-8) dari Sabang sampai Merauke guna mengantisipasi segala dinamika di lapangan.
Meskipun pasokan dijamin aman, Pertamina Patra Niaga tetap meminta kerja sama dari masyarakat agar penyaluran BBM bersubsidi ini bisa tepat sasaran dan tidak jebol.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya, serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan,” tutur Roberth.
Dengan sistem pengawasan yang ketat, Pertamina berharap fenomena "Pertalite diserbu" ini tidak berujung pada kelangkaan, asalkan konsumen tetap tertib dan membeli sesuai kebutuhan harian mereka.