Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ini 2 Amalan Utama di Bulan Muharram yang Dianjurkan Rasulullah
Puasa Muharram jatuh pada tanggal 19 juli 2023
fin.co.id - Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang paling istimewa dalam kalender Islam. Selain menandai pergantian Tahun Baru Hijriah 1448 H, bulan ini juga termasuk dalam empat bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.
Karena keutamaannya yang besar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan amalan sunnah selama bulan Muharram. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW, peperangan dihentikan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan-bulan suci tersebut.
Muharram termasuk dalam empat bulan haram atau bulan mulia bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan untuk menghidupkan bulan Muharram?
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, serta memulai tahun baru dengan semangat ibadah yang lebih baik.
Banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh karena pahala yang diberikan Allah SWT pada bulan-bulan mulia sangat besar.
Di antara amalan yang paling dianjurkan adalah membaca doa akhir dan awal tahun serta melaksanakan puasa sunnah Muharram.
1. Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah
Pergantian tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk bersyukur atas nikmat umur yang masih diberikan Allah SWT sekaligus memohon keberkahan di tahun yang baru.
Doa Akhir Tahun Hijriah
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu wa halumta fiihaa 'alayya bifadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatika fa innii istaghfartuka faghfirlii, wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa wa wa'adtanii 'alaihits tsawaaba fa as-aluka an tataqabbalahu minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa Kariim.
Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Doa akhir tahun dibaca sebelum waktu Maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah. Doa ini dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.
Makna utama doa akhir tahun adalah memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama setahun terakhir serta berharap amal kebaikan diterima oleh Allah SWT.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim diajak untuk melakukan evaluasi diri sebelum memasuki tahun yang baru.
Doa Awal Tahun Hijriah
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allahumma antal-abadiyyul qadiimul awwalu, wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa kariimi juudikal mu'awwalu. Wa haadzaa 'aamun jadiidun qad aqbala, as-alukal 'ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa-ihi, wal 'auna 'alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu-i, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa, yaa dzal jalaali wal ikraam.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Abadi, Maha Dahulu, dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia aku bersandar. Tahun baru ini telah datang. Aku memohon kepada-Mu perlindungan di dalamnya dari godaan setan dan para pengikutnya. Aku juga memohon pertolongan-Mu untuk mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, serta memohon kesibukan dalam amal-amal yang dapat mendekatkanku kepada-Mu. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan."
Setelah masuk waktu Maghrib pada tanggal 1 Muharram, umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali.
Doa ini berisi harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari godaan setan, kekuatan untuk melawan hawa nafsu, serta kemudahan dalam menjalankan berbagai amal kebaikan sepanjang tahun.
Momentum Tahun Baru Islam menjadi saat yang tepat untuk memperbarui niat, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
2. Menjalankan Puasa Sunnah Muharram
Selain berdoa, amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah melaksanakan puasa sunnah.
Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa Muharram sebagai puasa terbaik setelah puasa Ramadan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
'An Abii Hurairata radhiyallaahu 'anhu, qaala: Qaala Rasuulullaahi shallallaahu 'alaihi wa sallam: "Afdhalush shiyaami ba'da Ramadhaana syahrullaahil Muharram, wa afdhash shalaati ba'dal fariidhati shalaatul lail." (Rawaahu Muslim).
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram, khususnya pada tanggal-tanggal istimewa berikut.
Puasa Tasu'a (9 Muharram)
Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.
Puasa ini menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan menjelang Puasa Asyura.
Niat Puasa Tasu'a
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tâsû‘â’a lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala."
Puasa Asyura (10 Muharram)
Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu atas izin Allah SWT.
Karena itu, banyak umat Islam yang menjadikan puasa Asyura sebagai amalan utama di bulan Muharram.
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘Âsyûrâ’a lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala."