Selasa, 16 Juni 2026
--°C --
-- · --
Bisnis

Terbongkar! Ini Biang Kerok Anjloknya Harga Emas

GW
Tim Redaksi
16/06/2026, 09:39 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Terbongkar! Ini Biang Kerok Anjloknya Harga Emas

Harga emas Antam turun Rp15.000, buyback ikut melemah. Foto: ANTARA/ Iggoy el Fitra.

fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari dunia investasi logam mulia! Para investor emas harus bersiap menghadapi kenyataan pahit, pasalnya harga emas dilaporkan mengalami penurunan drastis. Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru saja merilis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Juni 2026 yang menunjukkan tren menurun tajam.

Lantas, apa gerangan yang membuat sang raja logam mulia ini terpaksa tunduk pada tekanan pasar? Mari kita bedah lebih dalam.

Suku Bunga Tinggi, Emas Terlupakan?

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta pada hari Selasa, Kemendag menegaskan bahwa penurunan HPE emas mencapai 3,51 persen. Angka ini terlihat jelas ketika HPE emas ditetapkan sebesar 143.190,64 dolar AS per kilogram. Angka ini jelas merosot jika dibandingkan dengan periode pertama Juni 2026, yang kala itu masih bertengger di angka 148.396,49 dolar AS per kilogram.

Advertisement

Tak hanya HPE, Harga Referensi (HR) emas pun ikut tergerus. HR emas kini tercatat sebesar 4.453,73 dolar AS per troy ounce (toz), turun dari posisi sebelumnya yang mencapai 4.615,65 dolar AS per toz.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, buka suara mengenai penyebab di balik anjloknya harga emas ini. Menurutnya, kebijakan suku bunga yang tinggi di berbagai negara maju menjadi biang kerok utamanya.

"Terjadi penurunan minat investor terhadap emas sebagai instrumen investasi akibat tingginya suku bunga yang meningkatkan daya tarik aset berbunga," ungkap Tommy, memberikan penekanan pada peralihan minat investor.

Ketika suku bunga acuan melambung tinggi, instrumen investasi lain yang menawarkan imbal hasil tetap seperti obligasi atau deposito menjadi lebih menarik bagi para investor. Hal ini secara otomatis menggerus daya tarik emas sebagai aset safe-haven yang kerap diburu saat ketidakpastian ekonomi.

Permintaan Lesu, Harga Ikut Menukik

Tak hanya dari sisi penawaran atau daya tarik aset lain, sisi permintaan pun tak luput dari perhatian. Aktivitas pembelian emas secara global dilaporkan cenderung melambat. Kondisi ini tidak terlepas dari masih berlangsungnya volatilitas di pasar internasional.

Para pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian global. Keengganan untuk menambah porsi emas dalam portofolio mereka tentu saja memberikan tekanan tambahan pada harga.

Ditambah lagi, pasokan emas yang tetap terjaga di pasar, sementara permintaan mulai melemah, menciptakan ketidakseimbangan. Fenomena ini secara alami mendorong terjadinya koreksi harga di pasar internasional, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penurunan HPE dan HR emas di dalam negeri.

Tommy Andana mengkonfirmasi hal ini dengan menyebutkan bahwa selama periode pengumpulan data, nilai emas secara keseluruhan turun sebesar 3,51 persen. Angka ini menjadi bukti nyata betapa pasar sedang mengalami koreksi.

Advertisement

Proses Penetapan yang Ketat dan Terintegrasi

Perlu diketahui, penetapan HPE dan HR emas ini bukanlah proses yang main-main. Keduanya ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1453 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi