News . 17/06/2026, 18:29 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Situasi lalu lintas di Kota Bekasi akan segera terasa berbeda. Mulai hari ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengambil langkah revolusioner yang berfokus pada efisiensi penggunaan kendaraan dinas. Ia secara drastis memangkas jumlah rombongan pengiring, beralih menggunakan hanya satu kendaraan dinas bersama para stafnya dalam menjalankan berbagai agenda kedinasan. Ini adalah gebrakan yang patut dicermati, menunjukkan komitmen nyata terhadap prinsip efisiensi dalam pemerintahan.
Sebelumnya, perjalanan dinas Wali Kota selalu diiringi oleh tiga rangkaian kendaraan. Namun, Tri Adhianto menegaskan, “Saya mulai hari ini menggunakan satu kendaraan saja bersama staf. Yang sebelumnya ada tiga rangkaian kendaraan yang mengiringi, sekarang cukup satu kendaraan.” Pernyataan tegas ini menggarisbawahi pentingnya efisiensi dalam operasional pemerintahan yang seringkali terbebani oleh penggunaan sumber daya yang berlebihan.
Keputusan ini bukan semata-mata tentang penghematan anggaran bahan bakar minyak (BBM). Tri Adhianto menekankan, “Bukan persoalan biaya BBM-nya, tetapi bagaimana kita mengurangi kendaraan yang beriringan terlalu banyak di jalan.” Ia percaya bahwa dengan satu kendaraan bersama, pekerjaan tetap dapat berjalan efektif dan prosesnya menjadi jauh lebih sederhana. Ini adalah pemikiran progresif yang menempatkan efektivitas operasional di atas prestise atau kebiasaan lama.
“Efisiensi seperti inilah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kerja. Tidak perlu banyak iring-iringan kendaraan,” ujar Tri Adhianto dengan lugas. Ia menyadari bahwa iring-iringan kendaraan yang panjang tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga menyita ruang publik yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik. Pengurangan jumlah kendaraan ini diharapkan dapat mengurangi jejak karbon dan memperlancar arus lalu lintas di jalanan Kota Bekasi.
Selama hari kerja, Senin hingga Jumat, Wali Kota akan menggunakan kendaraan dinas jenis Hiace bersama para stafnya. Pemilihan jenis kendaraan ini menunjukkan pertimbangan matang terkait kenyamanan dan kapasitas untuk menampung timnya. Sementara itu, pada akhir pekan, ia memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Alasan di balik pilihan ini cukup beralasan, “Pada akhir pekan saya tetap menggunakan kendaraan sendiri karena biasanya langsung bertemu masyarakat, menghadiri undangan warga maupun kegiatan lainnya. Ini juga untuk mengantisipasi akses jalan menuju lingkungan permukiman warga yang tidak selalu memungkinkan menggunakan kendaraan besar,” jelasnya.
Fleksibilitas ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika kegiatan di lapangan, terutama saat berinteraksi langsung dengan warga di area perumahan yang mungkin memiliki akses terbatas untuk kendaraan besar.
Inisiatif efisiensi ini tidak berhenti pada lingkup Wali Kota saja. Tri Adhianto secara proaktif mengimbau para Camat di Kota Bekasi untuk mengadopsi pola serupa. “Kalau ada rapat di kantor Pemkot, saya sarankan Camat menggunakan satu kendaraan bersama para lurahnya. Jadi berangkat dan pulang bersama dalam satu mobil,” ujarnya. Langkah ini sangat penting untuk menyebarkan budaya efisiensi ke seluruh tingkatan pemerintahan daerah, menciptakan dampak yang lebih luas dan terintegrasi.
Selain pengurangan kendaraan dinas, Pemerintah Kota Bekasi juga mengambil langkah strategis lain dalam upaya efisiensi. Mulai diterapkan kebijakan *Work From Home* (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini memiliki dua tujuan utama yang sangat krusial.
Pertama, “Dengan penerapan WFH setiap Jumat, kita bisa melakukan efisiensi penggunaan listrik di kantor,” terang Tri Adhianto. Pengurangan aktivitas fisik di perkantoran secara otomatis akan menurunkan konsumsi energi, mulai dari lampu, pendingin ruangan, hingga peralatan elektronik lainnya. Ini adalah langkah proaktif dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan yang semakin mendesak.
Kedua, kebijakan WFH juga bertujuan untuk menekan penggunaan kendaraan bermotor. “sekaligus mengurangi mobilitas kendaraan dinas yang tidak diperlukan,” pungkasnya. Dengan sebagian besar pegawai bekerja dari rumah pada hari Jumat, diharapkan terjadi penurunan signifikan dalam jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan, baik itu kendaraan pribadi maupun dinas yang tidak esensial. Kombinasi kebijakan ini, mulai dari efisiensi kendaraan dinas hingga WFH, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media