Kamis, 18 Juni 2026
--°C --
-- · --
Bisnis

Suku Bunga BI Resmi Naik 5,75 Persen! Amankan Asetmu Sekarang Sebelum Terlambat

SN
Tim Redaksi
18/06/2026, 15:48 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Suku Bunga BI Resmi Naik 5,75 Persen! Amankan Asetmu Sekarang Sebelum Terlambat

Suku bunga BI-Rate resmi naik menjadi 5,75%! BI gerak cepat kerek suku bunga demi jinakkan inflasi global dan amankan rupiah.

fin.co.id - Pasar keuangan global kembali berguncang hebat dan menuntut kamu untuk segera mengamankan portofolio investasi secepatnya. Bank Indonesia baru saja mengambil langkah agresif yang akan mengubah peta kekuatan ekonomi domestik dalam sekejap.

Jangan sampai kamu menjadi penonton yang merugi karena terlambat mengantisipasi arah kebijakan moneter terbaru ini. Otoritas moneter tertinggi Indonesia secara resmi mengumumkan kebijakan pengetatan yang sangat krusial bagi masa depan finansial kita.

Sah! BI-Rate Lompat 25 Basis Poin Demi Amankan Rupiah

Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Keputusan berani ini lahir dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI edisi Juni 2026 yang berlangsung sangat ketat.

Advertisement

Otoritas moneter tidak hanya mendongkrak BI-Rate, tetapi juga mengerek dua suku bunga fasilitas pendukung lainnya secara bersamaan. Kini, suku bunga Deposit Facility melonjak ke level 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility merangkak naik hingga 6,50 persen.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa langkah ini beroperasi sebagai tameng pelindung Mata Uang Garuda dari hantaman ketidakpastian global. Kebijakan pre-emptive ini juga bertujuan mengunci laju inflasi domestik sepanjang tahun 2026 dan 2027 agar tetap patuh dalam sasaran target pemerintah sebesar 2,5±1 persen.

Strategi Pro-Growth: Pembayaran Digital Tetap Gas Pol Dukung Ekonomi

Meskipun menerapkan pengetatan moneter, Bank Indonesia tetap mengarahkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran untuk menyokong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Langkah taktis ini memastikan bahwa roda bisnis lokal tidak akan kekurangan daya gedor di tengah tren kenaikan suku bunga.

Pihak bank sentral terus memperluas akseptasi pembayaran digital guna mempercepat perputaran uang di seluruh lapisan masyarakat konsumen. Selain itu, mereka juga fokus memperkuat struktur industri serta meningkatkan keandalan infrastruktur sistem pembayaran nasional agar semakin tahan banting.

Dana Asing Banjiri RI: Investor Buru SRBI dan SBN Hingga Juni 2026

Keputusan menaikkan BI-Rate ini membawa angin segar karena langsung memicu daya tarik pasar keuangan domestik di mata investor internasional. Bank Indonesia memproyeksikan aliran modal asing akan semakin deras masuk ke dalam instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Advertisement

Masuknya limpahan modal asing ini otomatis menggemukkan permintaan terhadap mata uang rupiah di pasar valuta asing. Alhasil, pasokan valas yang melimpah tersebut akan memperkokoh stabilitas nilai tukar rupiah dari ancaman depresiasi yang menakutkan.

Perry memaparkan fakta menarik bahwa aliran masuk modal asing secara neto ke pasar domestik sudah menembus angka 3,9 miIiar dolar AS selama triwulan II 2026 hingga posisi 15 Juni. Catatan gemilang ini menandai momentum pembalikan arah (rebound) yang luar biasa bagi kinerja eksternal Indonesia.

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi