Jumat, 19 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Saluran Irigasi Karawang Rusak Parah! Petani Terancam Gagal Panen Masif Musim Ini

SN
Tim Redaksi
19/06/2026, 09:10 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Saluran Irigasi Karawang Rusak Parah! Petani Terancam Gagal Panen Masif Musim Ini

Krisis air mengintai! Saluran irigasi sekunder di Desa Karyamukti Karawang rusak parah, petani Lemahabang cemas hadapi gagal panen.

fin.co.id - Para pelaku sektor agribisnis dan masyarakat umum wajib mengantisipasi potensi lonjakan harga pangan akibat ancaman gagal panen yang kini mengintai wilayah lumbung padi Jawa Barat. Jika kamu tidak mencermati kondisi krisis air ini, rantai pasok beras di pasaran bisa terganggu dan menguras isi dompetmu lebih dalam.

Jangan sampai kamu mengabaikan jeritan para petani lokal yang kini sedang berjuang keras menyelamatkan lahan produktif mereka dari ancaman kekeringan ekstrem. Masalah infrastruktur yang terbengkalai lama berpotensi memicu kerugian finansial massal bagi para pahlawan pangan kita di tengah cuaca panas.

Saluran Irigasi Sekunder Lemahabang Retak dan Ambrol Total

Aparatur Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang secara terbuka membeberkan kondisi darurat pengairan yang melanda wilayahnya pada Kamis, 18 Juni 2026. Saluran irigasi sekunder sepanjang 200 meter dan lebar 2 meter yang menjadi urat nadi pertanian di sana kini mengalami kerusakan yang sangat parah.

Advertisement

Banyak titik tanggul yang sudah retak parah hingga ambrol, sehingga volume debit air murni bocor sebelum sempat menyentuh area persawahan warga. Dampak buruknya, pasokan air yang mengalir ke hilir menyusut drastis dan tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan hidrasi tanaman padi.

"Memasuki musim kemarau, banyak petani yang mengeluhkan kesulitan air karena kondisi saluran irigasi yang rusak. Saat musim hujan saja air sedikit mengalir ke sawah. Kalau sudah musim kemarau kemungkinan bertambah parah. Air akan semakin sedikit yang bisa dialiri ke areal sawah," ungkap Sekretaris Desa Karyamukti, Rahmat.

Rahmat menambahkan bahwa saluran air yang rusak ini berstatus sebagai sumber pengairan utama tunggal bagi kelangsungan ekosistem pertanian setempat. Ketika infrastruktur vital ini hancur tanpa penanganan, otomatis stabilitas produksi gabah nasional dari Karawang berada dalam posisi yang sangat rawan.

Dua Tahun Laporan Diabaikan, Petani Karawang Tuntut Solusi Nyata

Ironisnya, pihak pemerintah desa sebenarnya sudah mendeteksi potensi bencana kelangkaan air ini dan mengajukan permohonan perbaikan sejak dua tahun lalu. Mereka telah mengirimkan laporan resmi secara berkala kepada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang.

Namun, hingga detik ini instansi terkait belum juga menurunkan tim lapangan untuk mengeksekusi renovasi atau memberikan bantuan kedaruratan. Kelambatan respons birokrasi ini membuat para petani harus menanggung risiko kerugian sendiri saat periode kering mulai mencengkeram bumi.

Kekhawatiran senada juga meluncur dari penuturan Asep, seorang petani lokal yang menggantungkan seluruh hidupnya dari hasil bercocok tanam di Lemahabang. Ia mengaku kecemasan akan risiko kekeringan massal selalu menghantui pikiran para pemilik lahan setiap kali siklus kemarau datang berkunjung.

Asep dan rekan-rekan seprofesinya kini mendesak jajaran Pemkab Karawang untuk segera turun tangan membenahi fasilitas publik yang telanjur terbengkalai tersebut. Langkah cepat pemda sangat mereka butuhkan demi menyelamatkan masa depan swasembada pangan daerah sekaligus mengamankan pendapatan harian para petani. (*)

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi