Bisnis . 26/06/2026, 10:12 WIB

Hutama Karya Buktikan Inovasi Konstruksi Indonesia di Panggung Dunia!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Ringkasan :

  • PT Hutama Karya (Persero) sukses memaparkan empat riset inovatif di konferensi internasional bergengsi di Singapura.
  • Riset-riset ini lahir dari pengalaman langsung di lapangan, mengupas tuntas solusi untuk tantangan konstruksi modern.
  • Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia dalam kancah riset dan pengembangan konstruksi global.

fin.co.id - PT Hutama Karya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikenal sebagai raksasa konstruksi, tak hanya membangun infrastruktur megah, tapi juga membuktikan diri sebagai lokomotif inovasi. Mereka baru saja mengukir prestasi gemilang dengan meloloskan empat karya ilmiah strategis untuk dipresentasikan di konferensi internasional gabungan: International Symposium on Automation and Robotics in Construction (ISARC) dan 34th Annual Conference of the International Group for Lean Construction (IGLC).

Konferensi yang diselenggarakan di National University of Singapore (NUS) ini menjadi saksi bisu bagaimana Hutama Karya mampu bersaing di kancah global. Keempat makalah mereka berhasil menembus seleksi ketat di antara ratusan karya ilmiah dari berbagai negara. Ini bukan sekadar pencapaian biasa, melainkan bukti nyata bahwa praktik rekayasa, pengelolaan risiko, digital construction, dan Lean Construction yang digagas Hutama Karya memiliki nilai pembelajaran yang relevan dan berpotensi membawa perubahan besar di industri konstruksi dunia.

Empat Pilar Inovasi Hutama Karya

Forum ISARC–IGLC 2026 ini menjadi sangat istimewa karena mempertemukan dua pilar utama transformasi industri konstruksi: otomatisasi dan robotika konstruksi melalui ISARC, serta Lean Construction melalui IGLC. Dengan tema megah "Constructing the Future: Sustainable, Smart and Lean," ajang ini menjadi wadah berkumpulnya para peneliti, akademisi, praktisi, dan pelaku industri konstruksi dari seluruh penjuru dunia. Hutama Karya pun turut serta menyajikan gagasan segar tentang masa depan konstruksi yang lebih cerdas, efisien, kolaboratif, dan pastinya berkelanjutan.

Keempat riset yang dibawa Hutama Karya bukanlah teori semata. Semuanya lahir langsung dari realitas pahit manis pekerjaan konstruksi di lapangan. Mereka mengupas tuntas berbagai permasalahan krusial, mulai dari bagaimana mengelola risiko proyek agar tak menggunung, membuat sistem logistik menjadi lebih lancar bagai jalan tol tanpa hambatan, memperkuat pasokan material agar tak pernah tersendat, hingga bagaimana memanfaatkan Building Information Modeling (BIM) untuk menanamkan budaya kerja rapi 5S di lokasi proyek.

Perlu digarisbawahi, ide-ide cemerlang ini terlahir dari kompleksitas proyek yang luar biasa, sempitnya ruang kerja yang sering kali jadi musuh, medan yang berat menantang, hingga kebutuhan mendesak untuk mengambil keputusan cepat dan tepat di tengah tekanan. Hutama Karya membuktikan bahwa tantangan terbesar justru bisa menjadi ladang inovasi yang subur.

Tantangan Medan Berat, Solusi Lean Construction Unggul

Salah satu riset yang mencuri perhatian adalah kajian mendalam mengenai proyek Flyover Sitinjau Lauik di Sumatra Barat. Jalur vital yang menghubungkan Padang dan Solok ini terkenal dengan medannya yang sangat menantang: tanjakan curam yang menguji adrenalin, tikungan tajam yang berbahaya, serta risiko kecelakaan yang tinggi. Dalam riset ini, Hutama Karya dengan berani membandingkan metode konvensional dalam menangani risiko dengan pendekatan revolusioner Lean Construction.

Mereka menelaah setiap tantangan dengan sangat cermat. Mulai dari urusan perizinan di kawasan hutan lindung yang rumit, kondisi tanah yang penuh ketidakpastian, kesiapan material penting yang krusial, ancaman cuaca ekstrem yang tak terduga, hingga akses kerja yang sangat terbatas. Hasilnya sungguh mencengangkan! Pendekatan Lean Construction terbukti membuat proyek jauh lebih siap siaga.

Perencanaan menjadi jauh lebih matang, hambatan-hambatan potensial terpetakan sejak dini, dan yang terpenting, semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama sebelum pekerjaan memasuki tahap-tahap paling krusial. Untuk proyek dengan tingkat kompleksitas setinggi ini, manajemen risiko harus dilakukan secara lebih proaktif, kolaboratif, dan selalu berbasis pada alur kerja yang efisien. Dengan demikian, Lean Construction hadir sebagai pendekatan pelengkap yang krusial, memperkuat kualitas perencanaan dan membuat proyek lebih tangguh menghadapi ketidakpastian di lapangan.

BIM Jadi Kunci Budaya Kerja Rapi

Inovasi lain yang tak kalah menarik adalah penerapan budaya kerja 5S—yaitu ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin—dengan sentuhan teknologi canggih, Building Information Modeling (BIM), pada proyek Gedung BRI Ragunan. Studi ini membuktikan bagaimana prinsip 5S, yang seringkali hanya menjadi rencana di atas kertas, dapat diubah menjadi kebiasaan kerja yang benar-benar dipahami dan dijalankan oleh para pekerja di lapangan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com