Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: Begini Menurut Pengakuan Sopir Taksi Listrik

GW
Tim Redaksi
09/05/2026, 14:45 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: Begini Menurut Pengakuan Sopir Taksi Listrik

Karawang-Bekasi FIN - Insiden kecelakaan di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, terus menjadi sorotan. Polda Metro Jaya mengungkap kronologi dramatis yang dialami sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang berhasil selamat dari maut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat kendaraan tiba-tiba berhenti atau mati tepat di jalur rel kereta api.

“Ketika sopir hendak keluar, pintu tidak bisa dibuka karena transmisi berpindah ke posisi parkir,” ujarnya.

Dalam situasi darurat, sopir berusaha mematikan kendaraan dan mencari cara keluar. Setelah beberapa kali mencoba, ia akhirnya berhasil menurunkan kaca jendela.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Sopir pun berhasil dievakuasi melalui jendela sisi pengemudi, beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi.

Hingga kini, penyebab pasti kendaraan bisa tiba-tiba mati di atas rel masih dalam penyelidikan. Polisi membuka kemungkinan adanya faktor teknis hingga pengaruh lingkungan.

Penyelidikan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik Polri (Puslabfor) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Apakah ada pengaruh medan magnet atau medan listrik terhadap kendaraan listrik, ini masih didalami secara paralel,” kata Budi.

Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil investigasi resmi yang akan diumumkan setelah proses analisis selesai.

Fakta lain yang terungkap, RRP ternyata baru bekerja sebagai sopir taksi online sejak 25 April 2026—hanya tiga hari sebelum kejadian.

Ia mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari, yang mencakup pengenalan dasar kendaraan listrik seperti cara menyalakan, mematikan, penggunaan lampu sein, hingga sistem parkir.

“Pelatihan masih sebatas dasar. Ini juga menjadi bagian yang sedang didalami oleh penyidik,” tambah Budi.

Kasus ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Hasil investigasi dari pihak berwenang diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab insiden sekaligus menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
Penulis karawangbekasi.fin.co.id