Lifestyle . 10/05/2026, 17:32 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Admin
Karawang Bekasi FIN - Gabus pucung menjadi salah satu kuliner khas Betawi yang masih bertahan hingga sekarang. Sajian ini terkenal dengan kuah hitam pekat dari pucung atau kluwek yang menghadirkan rasa gurih, sedikit asam, dan aroma khas yang kuat. Sekilas tampilannya memang mirip rawon, tetapi gabus pucung punya karakter rasa yang berbeda dan lebih segar.
Di balik cita rasanya yang khas, proses memasak gabus pucung ternyata tidak mudah. Banyak orang gagal mendapatkan rasa autentik karena salah memilih pucung atau kurang bersih saat mengolah ikan gabus. Jika salah langkah, kuah justru terasa pahit dan aroma amis ikan masih tertinggal.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Betawi, gabus pucung muncul pada masa kolonial Belanda. Saat itu, masyarakat sulit membeli ikan budidaya seperti ikan mas, mujair, dan bandeng karena harganya mahal. Warga kemudian memilih ikan gabus yang lebih murah dan mudah ditemukan di rawa, empang, hingga sungai.
Seiring waktu, olahan ikan gabus berubah menjadi makanan legendaris Betawi. Namun kini ikan gabus mulai sulit ditemukan di Jakarta dan sekitarnya akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman dan gedung tinggi. Kelangkaan itu membuat harga ikan gabus ikut melonjak hingga sekitar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram.
Kunci utama kelezatan gabus pucung terletak pada pemilihan pucung atau kluwek. Masyarakat Betawi biasanya memakai pucung berwarna coklat tua atau hitam pekat dengan tekstur padat agar rasa kuah tetap gurih dan tidak pahit.
Selain itu, proses membersihkan ikan gabus juga sangat penting. Ikan dicuci berulang kali hingga warna kulit berubah lebih putih supaya aroma amis hilang dan rasa kuah semakin nikmat saat disantap.
Bahan utama:
700 gram ikan gabus, 2 buah jeruk nipis, 1 sendok makan garam kasar, 1 sendok teh merica, 6 buah pucung yang dilarutkan dengan air panas, dan 800 ml air.
Bumbu ulek kasar:
10 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, 5 cabai merah keriting, 5 cabai hijau keriting, 3 butir kemiri, dan 5 cm kunyit.
Bahan aromatik:
2 batang serai, 5 cm lengkuas, 3 cm jahe, 3 lembar daun salam, dan 3 lembar daun jeruk.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media