News . 11/05/2026, 12:23 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Karawang Bekasi FIN - Pemerintah Kota Bekasi masih menunggu kepastian skema bantuan dari pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan Flyover Bulak Kapal yang disebut masuk dalam program bantuan presiden (Banpres).
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan hingga saat ini belum ada arahan resmi terkait mekanisme bantuan tersebut, meski sebelumnya telah disampaikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Masih kami tunggu skema bantuannya seperti apa, apakah melalui kementerian atau langsung ke daerah. Saat ini belum ada tindak lanjut dari Setneg,” ujar Idi, Senin (11/5/2026).
Sebelum adanya rencana percepatan dari pemerintah pusat, proyek Flyover Bulak Kapal sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp20 miliar. Sementara sisa kebutuhan dana direncanakan akan dialokasikan melalui perubahan anggaran dan proses lelang lanjutan.
Jika berjalan sesuai rencana awal, proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Namun, dengan adanya sinyal percepatan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, Pemkot Bekasi memilih menahan langkah lanjutan sambil menunggu kepastian bantuan tersebut.
Jika nantinya Flyover Bulak Kapal benar-benar dibiayai melalui Banpres, maka anggaran daerah yang telah disiapkan berpotensi dialihkan ke proyek infrastruktur lainnya.
“Kami dan provinsi sepakat menunggu dulu. Kalau nanti Banpres masuk ke proyek ini, anggaran daerah bisa digeser ke program lain,” jelas Idi.
Hingga kini, Pemkot Bekasi terus melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan dan kementerian infrastruktur.
Pemerintah daerah berharap dalam waktu dekat, sekitar 1–2 minggu ke depan, sudah ada kejelasan terkait realisasi bantuan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan pembangunan flyover di berbagai daerah, termasuk Bekasi, untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api.
Menurutnya, banyak titik perlintasan yang belum memiliki pengamanan memadai dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Pemda Bekasi telah mengajukan flyover dan sudah saya setujui untuk dibangun melalui bantuan presiden,” ujar Prabowo.
Secara nasional, pemerintah mencatat terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan dengan kondisi serupa yang membutuhkan penanganan segera. Total anggaran yang disiapkan bahkan mencapai Rp4 triliun.
Pembangunan Flyover Bulak Kapal dinilai sangat penting mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu titik lalu lintas padat di Kota Bekasi serta dilintasi jalur kereta api aktif.
Dengan adanya flyover, diharapkan:
Kini, masyarakat hanya tinggal menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait skema bantuan, yang akan menentukan percepatan pembangunan proyek strategis ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media