Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Tragedi Mengerikan Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Biaya Perawatan Korban Ditanggung Pemprov Jabar Sepenuhnya

GW
Tim Redaksi
12/05/2026, 09:01 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Tragedi Mengerikan Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Biaya Perawatan Korban Ditanggung Pemprov Jabar Sepenuhnya

Presiden Prabowo di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi usai meninjau korban kecelakaan tabrakan kereta listrik dengan kereta api, Selasa, 28 April 2026.

Karawang Bekasi FIN Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Bekasi pada Senin (27/4) lalu, menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga.

Sebuah kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya terluka parah.

Pemandangan memilukan ini tak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga beban psikologis dan finansial yang berat bagi para penyintas dan keluarga korban.

Namun, di tengah situasi genting ini, secercah harapan muncul dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Advertisement

Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) dengan sigap menyiapkan langkah-langkah konkret untuk meringankan beban para korban dan keluarga terdampak.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan penuh.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (11/5/2026).

Ini berarti, fokus utama para korban dan keluarganya kini dapat sepenuhnya tertuju pada proses penyembuhan tanpa perlu khawatir soal tagihan medis yang membengkak.

Langkah proaktif ini sungguh krusial, mengingat besarnya biaya perawatan medis yang seringkali menjadi momok bagi keluarga korban kecelakaan.

Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga menunjukkan kepedulian mendalam bagi mereka yang harus kehilangan orang terkasih dalam insiden tragis ini.

“Akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing 50 juta rupiah,” ujar KDM menambahkan.

Besaran santunan ini, meskipun tidak bisa menggantikan kehadiran sosok yang hilang, diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban ekonomi keluarga ahli waris dalam menghadapi masa depan pasca-musibah.

Kronologi Mengerikan yang Mengejutkan

Advertisement

Kecelakaan yang terjadi Senin (27/4) lalu ini bermula dari insiden yang tak terduga di lintasan kereta api.

Sebuah KRL dilaporkan berhenti karena adanya taksi listrik yang mogok di jalur tersebut.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
Penulis karawangbekasi.fin.co.id