Josepha Alexandra Viral Usai Protes Juri LCC MPR, Kini Diundang ke MPR RI dan Ditawari Beasiswa ke China
Josepha Alexandra viral usai protes juri LCC MPR RI. Siswi SMAN 1 Pontianak itu kini diundang ke MPR dan ditawari beasiswa ke China.
Sekolah mengaku menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak penyelenggara.
SMAN 1 Pontianak Soroti Penilaian Juri
Dalam pernyataan tersebut, SMAN 1 Pontianak menyoroti adanya kesamaan substansi jawaban antara tim mereka dan tim SMAN 1 Sambas. Namun, menurut sekolah, juri hanya membenarkan salah satu jawaban tanpa penjelasan yang transparan.
“Adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, namun dewan juri memberikan pembenaran hanya kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan,” tulis pihak sekolah.
Selain itu, sekolah juga menilai terdapat beberapa momen ketika dewan juri kurang fokus dalam melakukan penilaian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi objektivitas hasil lomba.
SMAN 1 Pontianak juga menyinggung adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri. Sekolah menilai proses klarifikasi tidak berjalan memadai sebelum acara kembali dilanjutkan.
“Adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri, tanpa didahului proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional,” tulisnya.
Kronologi Jawaban Josepha Alexandra yang Diperdebatkan
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima poin saat menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota BPK.
Namun, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru memperoleh nilai 10 dari juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
Josepha dan timnya sempat mengajukan protes karena merasa substansi jawaban mereka sama. Akan tetapi, juri menyatakan jawaban dari tim SMAN 1 Pontianak tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah atau DPD secara jelas.
Pihak sekolah kemudian menegaskan bahwa tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas sehingga layak memperoleh penilaian objektif.
“Tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban,” tulis pihak sekolah.
SMAN 1 Pontianak Minta Klarifikasi Resmi
Atas berbagai temuan tersebut, SMAN 1 Pontianak meminta pihak penyelenggara memberikan konfirmasi resmi terkait proses penilaian dalam LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.