News . 13/05/2026, 16:35 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Komisi V DPR RI menyoroti lambannya proses investigasi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mempertanyakan kinerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang hingga kini belum merampungkan penyelidikan.
Dalam rapat kerja di DPR, Rabu (13/5/2026), Lasarus mengaku heran karena penyebab kecelakaan belum juga diumumkan, padahal menurutnya bukti dan data di lapangan masih cukup lengkap untuk dianalisis.
Lasarus menilai investigasi kecelakaan kereta seharusnya tidak memakan waktu panjang. Ia membandingkannya dengan investigasi kecelakaan pesawat yang jauh lebih kompleks.
Menurutnya, dalam kasus kereta:
Dengan kondisi tersebut, penyebab kecelakaan dinilai bisa lebih cepat diungkap tanpa memerlukan proses panjang.
Lasarus juga mengaitkan lambannya investigasi dengan ketidakhadiran Dudy Purwagandhi dalam rapat tersebut.
Ia menyebut, salah satu alasan yang disampaikan pihak Kementerian Perhubungan adalah menunggu hasil investigasi KNKT. Menhub sebelumnya mengirimkan surat untuk menjadwal ulang rapat atau diwakili Wakil Menteri Perhubungan.
Hal ini memicu pertanyaan di kalangan DPR, karena pembahasan awal dinilai tetap dapat dilakukan tanpa harus menunggu hasil akhir investigasi.
Kecelakaan terjadi pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur. Insiden tersebut melibatkan KRL jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Data sementara mencatat:
Komisi V DPR menegaskan pentingnya percepatan investigasi agar publik segera memperoleh kejelasan terkait penyebab kecelakaan. Selain itu, hasil investigasi juga dibutuhkan sebagai dasar evaluasi sistem keselamatan transportasi nasional.
DPR berharap KNKT dapat segera menyelesaikan penyelidikan secara transparan dan akuntabel untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media