Bisnis . 18/05/2026, 11:27 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Pertamina tak main-main dalam membentuk generasi penerus bangsa yang siap menghadapi tantangan energi masa depan. Melalui program inovatif, perusahaan energi pelat merah ini bersama ASRI Energi Edukasi hadir di SMAN 40 Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026, untuk menancapkan benih kesadaran energi berkelanjutan dan memperkuat pemahaman Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di kalangan pelajar.
Inisiatif ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah strategis Pertamina melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB). VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, menegaskan bahwa Pertamina berupaya keras agar pelajar memahami betapa pentingnya transisi energi dan penguasaan STEM sejak dini.
Mengapa ini krusial? Faktanya, minat siswa di Indonesia terhadap bidang STEM hanya menyentuh angka 18 persen. Angka ini sungguh mengkhawatirkan jika kita membayangkan masa depan sektor energi yang sangat bergantung pada inovasi dan keahlian teknis.
"Transisi energi dan penguatan STEM harus diperkenalkan sejak awal agar generasi muda memiliki kesiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan energi masa depan," tegas Rudi Ariffianto. Ia menambahkan bahwa Indonesia dianugerahi potensi energi nonfosil yang sangat besar, sehingga edukasi sejak dini menjadi kunci untuk mencetak calon pemimpin, regulator, dan pelaku industri energi yang andal di masa mendatang.
Langkah Pertamina ini selaras dengan strategi pertumbuhan ganda perusahaan. Di satu sisi, Pertamina terus menjaga ketahanan energi nasional melalui bisnis inti migas. Di sisi lain, perusahaan gencar mempercepat pengembangan energi rendah karbon dan energi baru terbarukan (EBT).
Ketua Yayasan Berkat Budaya Sejahtera, Glory Oyong, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa sinergi antar berbagai sektor menjadi elemen vital dalam memperkuat edukasi keberlanjutan, terutama bagi generasi muda. Upaya ini sejalan dengan aspirasi pemerintah yang tengah mendorong percepatan transisi energi nasional.
SMAN 40 Jakarta pun menyambut positif kerja sama ini. Kepala Sekolah, Adriansyah, menyatakan bahwa program ini sangat relevan dengan komitmen sekolah untuk meraih predikat Adiwiyata Mandiri. "Ini momentum baik isu lingkungan dipadukan dengan energi dan STEM," ujarnya, menunjukkan antusiasme sekolah terhadap integrasi berbagai disiplin ilmu.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, turut memperkuat pernyataan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan sektor pendidikan merupakan manifestasi komitmen Pertamina dalam membangun generasi masa depan yang tangguh dan adaptif terhadap dinamika energi global yang terus berubah.
Pertamina tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai inisiator dalam membentuk ekosistem pembelajaran yang kuat. Melalui sinergi antara sektor pendidikan, komunitas, dan para pemangku kepentingan lainnya, Pertamina bertekad memperkuat kapasitas generasi muda.
Generasi muda inilah yang kelak akan menjadi fondasi bagi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan energi di masa depan. Dengan pemahaman mendalam tentang transisi energi dan bekal keterampilan STEM yang mumpuni, mereka siap menjawab tantangan zaman.
Sebagai perusahaan pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen penuh untuk mendukung target Net Zero Emission pada tahun 2060. Perusahaan terus menggalakkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Semua upaya ini mencerminkan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola yang baik, pelayanan publik yang prima, serta keberlanjutan usaha dan lingkungan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di setiap lini bisnis dan operasinya, Pertamina secara proaktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk informasi dari https://www.danantaraindonesia.co.id/, demi mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media