Selasa, 19 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

TPST Bantargebang Bekasi Jadi Sorotan Dunia, Ini Respon DPRD Soal Pengelolaan Sampah Pemprov DKI Jakarta

GW
Tim Redaksi
18/05/2026, 08:19 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
TPST Bantargebang Bekasi Jadi Sorotan Dunia, Ini Respon DPRD Soal Pengelolaan Sampah Pemprov DKI Jakarta

Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang

fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong melakukan perombakan total sistem pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Desakan ini muncul setelah fasilitas tersebut disebut sebagai salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar di dunia.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menegaskan bahwa Jakarta tidak bisa terus bergantung pada Bantargebang sebagai tempat pembuangan akhir utama.

“Ini alarm besar. Kita tidak bisa lagi menganggap persoalan sampah hanya urusan buang dan angkut,” ujarnya.

Emisi Metana Bantargebang Jadi Peringatan Serius

Berdasarkan laporan Emmett Institute, TPST Bantargebang tercatat sebagai penyumbang emisi metana terbesar kedua di dunia, dengan produksi mencapai 6,3 ton per jam.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi sudah berkembang menjadi isu serius yang menyangkut:

  • Lingkungan hidup
  • Kesehatan masyarakat
  • Perubahan iklim global
  • Masa depan keberlanjutan Jakarta dan sekitarnya

Advertisement

Saatnya Ubah Pola: Dari Hilir ke Hulu

Kenneth menilai selama ini kebijakan pengelolaan sampah di Jakarta masih terlalu fokus pada penanganan di hilir, yakni pembuangan akhir.

Padahal, solusi utama justru harus dimulai dari hulu, seperti:

  • Pengurangan sampah dari sumber
  • Edukasi pemilahan sampah
  • Perubahan perilaku masyarakat

“Tanpa keterlibatan warga, masalah sampah tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Dorong Teknologi Modern Pengolahan Sampah

Pemprov DKI juga diminta mempercepat pengembangan berbagai teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan, antara lain:

  • Refuse Derived Fuel (RDF)
  • Waste to Energy (pengolahan sampah jadi listrik)
  • Pengomposan skala besar
  • Penangkapan gas metana untuk energi

Menurut Kenneth, banyak negara seperti Swedia, Singapura, Jepang, dan China telah sukses mengubah sampah menjadi sumber energi dan ekonomi baru.

Jangan Biarkan Metana Memperparah Krisis Iklim

Advertisement

Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Karena itu, penanganan di Bantargebang harus mencakup:

  • Sistem penangkapan gas metana
  • Pemanfaatan sebagai energi alternatif
  • Pengawasan lingkungan yang lebih ketat

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
Penulis karawangbekasi.fin.co.id