Minggu, 24 Mei 2026
--°C --
-- · --
Bisnis

BYD Belum Naikkan Harga Mobil di Indonesia, Rupiah Melemah Tak Goyahkan Strategi Raksasa EV China

SN
Tim Redaksi
19/05/2026, 22:44 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
BYD Belum Naikkan Harga Mobil di Indonesia, Rupiah Melemah Tak Goyahkan Strategi Raksasa EV China

BYD Seal - Ilustrasi -

fin.co.id - PT BYD Motors Indonesia memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga kendaraan listriknya di pasar domestik meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Sikap ini menunjukkan keyakinan produsen otomotif asal China tersebut terhadap strategi bisnis jangka panjangnya di Indonesia.

Keputusan BYD untuk tetap mempertahankan harga mobil listrik di tengah tekanan kurs menjadi perhatian pasar otomotif nasional. Pasalnya, fluktuasi nilai tukar biasanya berdampak langsung terhadap biaya produksi hingga harga jual kendaraan.

BYD Tetap Percaya Diri dengan Strategi Harga

Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia, <:contentReference[oaicite:0]{index=0}>, mengatakan perusahaan telah melakukan berbagai kajian menyeluruh sebelum memutuskan masuk dan berinvestasi di Indonesia.

Advertisement

Menurut dia, BYD sudah mengantisipasi berbagai tantangan pasar, termasuk kondisi ekonomi dan pelemahan rupiah yang berpotensi memengaruhi industri otomotif nasional.

"Kita telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui comprehensive study dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan," ujar Luther di Jakarta, Senin (18/5).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa BYD masih optimistis terhadap daya beli masyarakat Indonesia serta potensi pertumbuhan pasar kendaraan listrik dalam negeri.

Potensi Kenaikan Harga Masih Terbuka

Meski belum ada rencana dalam waktu dekat, BYD tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian harga kendaraan pada masa mendatang. Langkah itu bisa saja terjadi apabila kondisi pasar dan biaya operasional berubah signifikan.

Namun demikian, Luther menegaskan bahwa kenaikan harga belum masuk dalam strategi jangka pendek perusahaan.

"Kalau ditanya potensi mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami," katanya.

Pernyataan ini sekaligus memberi sinyal bahwa BYD masih fokus menjaga daya saing harga mobil listrik di Indonesia. Strategi tersebut dinilai penting untuk memperluas penetrasi kendaraan listrik di tengah persaingan yang semakin ketat.

Pabrik BYD di Subang Hampir Rampung

Advertisement

Di sisi lain, BYD terus memperkuat komitmennya di Indonesia melalui pembangunan fasilitas perakitan kendaraan di Subang, Jawa Barat.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Saat ini, proses pembangunannya telah memasuki tahap final dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID