Minggu, 24 Mei 2026
--°C --
-- · --
Lifestyle

BYD M6 DM Bikin Kaget! MPV Hybrid Ini Cuma Habiskan Bensin Rp1.968 untuk 150 Km

SN
Tim Redaksi
19/05/2026, 22:22 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
BYD M6 DM Bikin Kaget! MPV Hybrid Ini Cuma Habiskan Bensin Rp1.968 untuk 150 Km

BYD M6 DM - ANTARA -

Dalam rute serupa dengan kondisi AC dan sistem hiburan tetap aktif, sisa baterai masih berada di atas 20 persen. Bahkan beberapa pengemudi masih menyimpan daya hingga 30 persen setelah perjalanan selesai.

Sementara itu, biaya bensin rata-rata tetap berada di bawah Rp5 ribu.

Catatan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi Dual Mode milik BYD bekerja secara efisien dalam penggunaan nyata sehari-hari.

Teknologi Hybrid BYD M6 DM Punya Tiga Mode

Advertisement

Teknologi DM pada BYD M6 DM mengusung konsep electric-first driving. Artinya, motor listrik menjadi sumber tenaga utama untuk menggerakkan roda, sedangkan mesin bensin bekerja di titik paling efisien guna membantu menghasilkan energi saat dibutuhkan.

Secara teknis, mobil ini menggunakan mesin 1.500 cc dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan motor Electric Hybrid System (EHS) 5.0 yang mampu berputar hingga 15.000 rpm.

Sistem DM 5.0 sendiri menjadi generasi terbaru teknologi hybrid BYD yang diperkenalkan secara global pada 2024.

BYD mengklaim konsumsi bahan bakar mobil ini mampu mencapai 65 kilometer per liter dengan total jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer.

Efisiensi termal mesinnya bahkan disebut menyentuh 46 persen, angka yang tergolong tinggi di industri otomotif saat ini.

1. Pure EV Mode

Pada mode ini, roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik sementara mesin bensin tidak aktif sama sekali.

Mode tersebut cocok digunakan di kawasan perkotaan karena menghadirkan sensasi berkendara senyap tanpa konsumsi bahan bakar.

2. HEV Series Mode

Dalam mode ini, mesin bensin hanya bertugas sebagai generator untuk mengisi ulang baterai ketika daya mulai menipis.

Mesin tidak langsung menggerakkan roda sehingga karakter berkendara tetap terasa seperti mobil listrik.

Advertisement
Bagikan Artikel
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis
Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID