News . 19/05/2026, 22:06 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” ujar Meutya Hafid.
Republika turut menyampaikan sikap resmi terkait penahanan kapal bantuan internasional itu. Media tersebut mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap rombongan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
Dalam keterangannya, Republika menilai aksi tersebut bertentangan dengan hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, dan kebebasan sipil warga dunia yang berupaya menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina.
Republika juga menegaskan para relawan yang ikut dalam misi tidak membawa senjata. Mereka membawa bantuan logistik, obat-obatan, serta dukungan kemanusiaan bagi warga sipil Gaza.
Keselamatan dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, menjadi perhatian utama redaksi.
“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” demikian pernyataan resmi Republika yang ditandatangani Pemimpin Redaksi Andi Muhyiddin.
Pencegatan kapal bantuan menuju Gaza kembali memicu perhatian internasional terhadap situasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Kehadiran relawan dan jurnalis dari berbagai negara memperlihatkan besarnya perhatian global terhadap kondisi warga sipil Palestina.
Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan pekerja kemanusiaan dan kebebasan pers di kawasan konflik. Pemerintah Indonesia kini terus memantau perkembangan sambil mengupayakan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media