News . 20/05/2026, 09:51 WIB

Rupiah Jebol Rekor Terendah, Pasar Deg-degan Tunggu Keputusan BI usai Trump Ancam Iran

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu pagi, 20 Mei 2026. Mata uang Garuda melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman serangan militer terhadap Iran yang memicu kekhawatiran baru di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.07 WIB, rupiah berada di level Rp17.746 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 40 poin atau 0,23% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.706 per dolar AS. Angka itu sekaligus menjadi rekor terendah baru sepanjang sejarah untuk rupiah.

Tekanan terhadap rupiah muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar mulai menghindari aset berisiko dan beralih ke dolar AS sebagai aset aman setelah pernyataan terbaru Trump soal Iran.

Trump Kembali Ancam Iran, Pasar Global Langsung Bergejolak

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu ketidakpastian terkait proses perdamaian di Timur Tengah. Situasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta indeks dolar AS.

"Kondisi ini memicu kenaikan harga minyak mentah, imbal hasil obligasi AS dan indeks dolar AS," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pada Rabu pagi.

Ketegangan meningkat setelah Trump mengancam akan kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan. Ancaman itu menjadi bagian dari tekanan Washington kepada Teheran agar segera menyepakati perjanjian damai.

Sebelumnya, gencatan senjata sempat bertahan. Namun, situasi kembali memanas hanya sehari setelah Trump mengklaim dirinya membatalkan rencana serangan udara ke wilayah Iran.

Dalam keterangannya kepada jurnalis pada Selasa, 19 Mei 2026, Trump menyebut Amerika Serikat bisa saja kembali melancarkan serangan besar apabila situasi tidak berubah.

"Saya berharap kita tidak harus mengobarkan perang, tetapi kita mungkin harus memberi mereka satu serangan besar lagi," ujar Trump.

Trump juga memberi sinyal bahwa keputusan penting terkait Iran bisa terjadi dalam waktu dekat. Ia menyebut rentang waktu dua hingga tiga hari ke depan menjadi periode krusial untuk melihat arah negosiasi.

"Maksud saya, saya berbicara tentang dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu. Atau sesuatu di awal pekan depan -- dalam periode waktu yang terbatas," lanjutnya.

Harga Minyak dan Dolar AS Menguat, Rupiah Kian Tertekan

Meningkatnya risiko geopolitik membuat investor global memburu dolar AS. Kondisi tersebut otomatis memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kenaikan harga minyak dunia juga menambah kekhawatiran pasar. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak dinilai rentan terhadap lonjakan harga energi. Saat harga minyak naik, kebutuhan dolar AS untuk impor energi ikut meningkat sehingga berpotensi memperlemah rupiah lebih jauh.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com