News . 20/05/2026, 09:51 WIB

Rupiah Jebol Rekor Terendah, Pasar Deg-degan Tunggu Keputusan BI usai Trump Ancam Iran

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat aset keuangan Amerika semakin menarik bagi investor global. Arus dana asing pun berpotensi keluar dari pasar negara berkembang menuju instrumen berbasis dolar.

Tekanan eksternal tersebut membuat rupiah terus bergerak di area lemah dan sulit keluar dari zona psikologis Rp17.700 per dolar AS.

Pasar Menunggu Hasil RDG Bank Indonesia

Selain faktor global, perhatian investor kini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan sore ini.

Pelaku pasar berharap Bank Indonesia mengambil langkah yang mampu menahan tekanan terhadap rupiah, termasuk kemungkinan menaikkan suku bunga acuan.

Lukman menilai kenaikan suku bunga acuan BI dapat memberi dukungan terhadap stabilitas nilai tukar, meski pengaruh sentimen global masih sangat dominan.

"Investor menantikan RDG BI sore ini yang apabila seperti yang diharapkan menaikkan suku bunga acuan akan sedikit banyak mendukung rupiah," ungkapnya.

Menurut Lukman, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Ia juga menyoroti ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Menurutnya, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang kini berada di atas 50%.

"Namun lebih dari 50% kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada bulan Desember mendatang," tutur Lukman.

Rupiah Masih Dibayangi Tekanan Eksternal

Pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia.

Jika konflik Timur Tengah kembali memanas dan dolar AS terus menguat, tekanan terhadap mata uang Asia berpotensi berlanjut. Sebaliknya, keputusan BI yang agresif menjaga stabilitas rupiah bisa membantu meredam pelemahan lebih dalam.

Pasar kini menunggu dua faktor besar sekaligus, yakni arah konflik Iran-Amerika Serikat dan keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan menentukan arah rupiah dalam beberapa hari ke depan. (*)

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com