Wabah Ebola di Kongo Darurat Global, Sudah Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Resmi Kemenkes
Ilustrasi virus ebola
fin.co.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Meski begitu, kewaspadaan nasional terus ditingkatkan menyusul penetapan wabah Ebola di Kongo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) oleh World Health Organization.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa status darurat global ini menjadi sinyal penting bagi seluruh negara untuk memperketat pengawasan, meski penyebaran Ebola belum dikategorikan sebagai pandemi.
“Pemerintah terus memantau situasi global dan memperkuat kewaspadaan lintas sektor, terutama di pintu masuk negara,” ujarnya.
Pengawasan Diperketat di Bandara dan Pelabuhan
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes telah meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional, khususnya dari negara terdampak seperti Kongo dan Uganda.
Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain:
- Pengetatan skrining di bandara dan pelabuhan
- Penyiagaan petugas kesehatan di lapangan
- Sistem rujukan cepat ke rumah sakit berstandar internasional
- Pemantauan 24 jam melalui SKDR dan PHEOC
Selain itu, kapasitas laboratorium nasional juga disiagakan untuk mendukung deteksi dini jika ditemukan kasus mencurigakan.
Data Wabah Ebola di Afrika
Berdasarkan data terbaru, wabah Ebola di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, disebabkan oleh jenis virus Bundibugyo.
Hingga 16 Mei 2026 tercatat:
- 246 kasus suspek
- 8 kasus terkonfirmasi
- 80 kematian
- Tingkat kematian mencapai 32,5 persen
Kasus terkait perjalanan juga dilaporkan muncul di Kampala (Uganda) dan Kinshasa akibat mobilitas penduduk yang tinggi.
Kenali Gejala dan Cara Penularan Ebola
Ebola merupakan penyakit infeksi virus berbahaya dengan tingkat fatalitas rata-rata hingga 50 persen.
Penularan terjadi melalui:
- Kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita
- Paparan benda yang terkontaminasi
- Kontak dengan hewan yang terinfeksi
Gejala awal biasanya muncul dalam 2–21 hari setelah terpapar, meliputi:
- Demam tinggi
- Lemas dan nyeri otot
- Sakit kepala
- Muntah dan diare
- Perdarahan pada kasus berat