Pembangunan Jalur Kereta Ganda Bekasi-Cikarang Digeber, 2 Tahun Kelar
Proyek pembangunan jalur kereta api.
"Anggaran sudah masuk ke dalam Renstra, nanti tentunya kami akan minta dianggarkan untuk 2027-2029," jelas Menteri Perhubungan.
Keputusan untuk memprioritaskan pembangunan DDT Bekasi-Cikarang ini merupakan bagian integral dari evaluasi mendalam terhadap penyebab terjadinya kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Selain itu, proyek ini juga merupakan bagian dari program bersama elektrifikasi hingga Cikampek, yang bertujuan untuk mentransformasi sistem perkeretaapian nasional menjadi lebih modern dan terintegrasi.
Perlu diketahui, saat ini jalur DDT yang sudah beroperasi berada di segmen Jatinegara-Bekasi.
Proyek DDT sejatinya membentang dari Stasiun Manggarai hingga Cikarang.
Pembangunan segmen Manggarai-Jatinegara bahkan masih terus berlanjut dengan adanya proyek Manggarai Ultimate.
Namun, pembangunan segmen Bekasi-Cikarang sempat tertunda, menyebabkan kepadatan luar biasa pada jalur yang digunakan bersama oleh Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan KRL Commuter Line.
Kondisi ini secara otomatis meningkatkan potensi risiko kecelakaan, sebagaimana yang telah terjadi.
Di segmen Jatinegara-Bekasi, pemisahan jalur antara KAJJ dan KRL telah berhasil mengurangi risiko secara signifikan.
Namun, setelah Stasiun Bekasi, kedua jenis layanan kereta api ini kembali berbagi jalur hingga Cikarang, menciptakan potensi masalah yang sama.
Pembangunan DDT di segmen Jatinegara-Bekasi sendiri sudah dioperasikan secara bertahap.
Segmen Jatinegara-Cakung telah resmi beroperasi sejak 12 April 2019.
Selanjutnya, DDT Cakung-Bekasi mulai beroperasi pada 17 Desember 2022.
Meskipun sebagian sudah beroperasi, kebutuhan mendesak untuk memisahkan jalur di koridor Bekasi-Cikarang tidak bisa ditunda lagi.
Dengan selesainya pembangunan DDT Bekasi-Cikarang pada 2029, diharapkan frekuensi perjalanan kereta api dapat ditingkatkan.