Lifestyle . 24/05/2026, 16:07 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
"نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى"
Atau dalam bahasa Latin, cukup ucapkan:
"Nawaitu shauma yaumit-tarwiyati sunnatan lillâhi ta'âlâ."
Artinya pun sederhana:
"Saya niat berpuasa sunnah hari Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Cara menjalankannya pun standar: menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar (saat imsak) hingga matahari terbenam.
Yang membedakan hanyalah waktu pelaksanaannya. Puasa Tarwiyah itu **khusus hanya dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah**. Jika Anda berpuasa di tanggal lain, namanya bukan lagi puasa Tarwiyah, ya.
Selanjutnya, kita beralih ke puasa Arafah. Momen ini tak kalah pentingnya, bahkan bisa dibilang lebih dahsyat keutamaannya.
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal **9 Dzulhijjah**. Tanggal ini bertepatan dengan momen krusial ibadah haji, yaitu **wukuf di Padang Arafah**.
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah menjadi kesempatan emas untuk meraih pahala yang luar biasa. Keutamaan utamanya adalah **pengampunan dosa**. Benar, dosa-dosa Anda selama setahun lalu dan setahun ke depan berpotensi diampuni hanya dengan melaksanakan puasa Arafah.
Bayangkan, amalan sederhana ini bisa menjadi pembersih diri yang luar biasa sebelum kita menyambut Hari Raya Idul Adha.
Sama seperti puasa Tarwiyah, niat puasa Arafah juga perlu diucapkan dengan tulus.
Bacaan niat puasa Arafah adalah:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media