Minggu, 24 Mei 2026
--°C --
-- · --
Bisnis

Jargas Bekasi Makin Diburu! Hemat, Praktis, dan Lingkungan Bersih Jadi Senjata Utama

GW
Tim Redaksi
24/05/2026, 12:33 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Jargas Bekasi Makin Diburu! Hemat, Praktis, dan Lingkungan Bersih Jadi Senjata Utama

Ketua RW 037 Kelurahan Bojong, Rawalumbu, Bambang Suharyono, menjadi saksi langsung pergeseran pandangan ini.

"Awalnya tidak semua warga berminat dipasang jargas yang didanai APBN tersebut, meski tidak dikenakan biaya," ungkapnya.

"Kini, setelah menyadari penggunaan jargas lebih efisien dan praktis dibanding LPG, warga ingin memakainya."

Bambang menambahkan, potensi pelanggan baru di Rawalumbu sangat besar, mencapai puluhan ribu rumah tangga.

Advertisement

"Di Rawalumbu ini, ada potensi puluhan ribu rumah tangga yang dapat menjadi pelanggan baru apabila biaya pemasangan lebih terjangkau. Kami mengharapkan adanya kebijaksanaan agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati gas murah ini," serunya.

Ia sendiri mengaku, biaya gas bulanan di rumahnya hanya berkisar Rp50.000, sebuah angka fantastis jika dibandingkan penggunaan LPG.

Penghematan Signifikan, Aktivitas Warga Lancar Jaya

Kisah serupa datang dari Sutaryoto, pelanggan jargas lainnya. Ia membandingkan pengeluarannya dengan sangat gamblang.

"Tagihan gas bulanan di rumahnya hanya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000," tuturnya.

Angka ini mencakup kebutuhan memasak hingga pengoperasian pemanas air. Bandingkan dengan penggunaan LPG yang bisa tembus lebih dari seratus ribu rupiah per bulan.

"Dulu kalau pakai LPG, harus bawa-bawa tabung. Kadang pas lagi masak, gas habis. Kalau sekarang, pakai jargas lebih nyaman dan tersedia 24 jam," keluhnya dulu, yang kini telah berubah menjadi pujian.

Bukan hanya rumah tangga, keberadaan jargas juga memberikan dampak positif bagi kegiatan sosial. Masjid Jami Al Hikmah di Bojong, Rawalumbu, merasakan betul manfaatnya untuk program "Jumat Berkah".

Dapur umum masjid yang setiap Jumat memproduksi hingga 300 paket makanan untuk warga sekitar kini hanya mengeluarkan biaya gas Rp130.000 per bulan. Ini tentu menjadi angin segar bagi pengelolaan dana masjid yang lebih efisien.

Perluasan Jargas: Sinergi Pemerintah dan Badan Usaha Krusial

Melihat tingginya antusiasme warga, BPH Migas semakin gencar mendorong perluasan jargas. Wahyudi Anas memaparkan beberapa opsi pembiayaan yang bisa ditempuh, mulai dari APBN hingga APBD melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Advertisement
Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi