Gila! Begini Kronologi Lengkap Pasutri Bekasi Kena Tipu WO Marwah Rp85 Juta, Awalnya Manis Berujung Tangis!
Pengantin korban penipuan WO
Korban kemudian mendapat undangan untuk melakukan dua kali sesi pengepasan baju pengantin di kantor penyedia jasa. Kantor penyedia jasa tersebut berlokasi di kawasan strategis JGC yang membuat korban semakin merasa aman.
Selama proses persiapan ini berlangsung, pihak vendor terus meminta pembayaran secara bertahap kepada korban. Pasangan ini akhirnya melunasi seluruh biaya paket pernikahan pada rentang bulan April dengan perasaan lega.
Pihak vendor bahkan masih sempat meminta tambahan dana untuk penambahan jumlah porsi tamu pada tanggal 11 Mei 2026. Total uang muka dan pelunasan yang telah masuk ke kantong vendor bodong itu mencapai angka fantastis Rp85 juta.
Feny dan Aldy mengumpulkan uang puluhan juta tersebut dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Dana besar ini menguap begitu saja tanpa jaminan pelaksanaan acara yang jelas.
Tanda Bahaya Mulai Mencuat Saat Pertemuan Teknis Kilat
Kecurigaan baru mulai menggerogoti hati Feny ketika mereka mengadakan pertemuan teknis jelang hari pelaksanaan. Pertemuan yang seharusnya membahas kelancaran acara ini secara aneh hanya berlangsung kilat selama 10 menit.
Pihak vendor gagal memberikan rincian detail mengenai jumlah porsi katering maupun pembagian sesi makanan. Feny merasa penjelasan dari pihak penyelenggara sangat amat membingungkan dan jauh dari kata profesional.
Korban terus mencecar penyelenggara mengenai arah jalur masuk pengantin saat prosesi resepsi nanti. Namun, pihak penyelenggara selalu menghindar dan hanya menjanjikan arahan lanjutan pada H-1 acara.
Padahal, normalnya pertemuan teknis wajib berlangsung di lokasi gedung agar klien bisa memetakan situasi secara nyata. Keganjilan inilah yang memicu kepanikan luar biasa bagi Feny dan suaminya.
Puncak Tragedi H-1, Sewa Gedung Islamic Centre Belum Lunas
Mimpi buruk itu akhirnya menjadi kenyataan pahit tepat menjelang hari pelaksanaan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pihak pengelola Islamic Centre Bekasi memastikan bahwa vendor ternyata belum melunasi biaya sewa gedung.
Uang puluhan juta milik korban rupanya raib, dan vendor nakal itu hanya membayarkan uang muka awal kepada pengelola gedung. Fakta mengerikan ini menghancurkan mental pasangan pengantin yang sudah siap menyambut tamu undangan.
Beruntung, pengelola gedung masih memiliki hati nurani dan memberikan toleransi luar biasa kepada korban penipuan ini. Mereka menyediakan fasilitas ruangan selama satu hingga dua jam agar prosesi akad nikah tetap bisa berjalan.
Menyelamatkan Hari H Secara Dramatis Tanpa Hidangan Katering
Dalam kondisi super panik, Feny bergerak kilat menghubungi sejumlah vendor lepasan secara pribadi. Ia harus berjuang mati-matian memastikan acara sakral mereka tetap berlangsung meski tanpa resepsi mewah.