Jumat, 29 Mei 2026
--°C --
-- · --
Lifestyle

Bacaan Takbir Idul Adha Paling Lengkap: Arab, Latin, Arti, Sesuai Sunnah dan Keutamaannya

GW
Tim Redaksi
26/05/2026, 05:26 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Bacaan Takbir Idul Adha Paling Lengkap: Arab, Latin, Arti, Sesuai Sunnah dan Keutamaannya

fin.co.id - Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut hari besar penuh makna ini dengan suka cita. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak membaca takbir, baik sejak malam Idul Adha hingga hari-hari tasyrik.

Amalan ini bukan tanpa dasar. Allah SWT sendiri memerintahkan umat-Nya untuk mengagungkan nama-Nya setelah menyempurnakan ibadah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Wa litukmilūl ‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la‘allakum tasykurūn

Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Advertisement

Lafal Takbir yang Dianjurkan

Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi, menjelaskan bahwa bentuk takbir yang paling utama adalah dibaca tiga kali berturut-turut:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

Takbir ini kemudian dianjurkan untuk dilengkapi dengan zikir sebagaimana yang dibaca Rasulullah SAW, di antaranya:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.

Artinya:
“Allah Maha Besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan penuh keikhlasan, walaupun orang kafir membencinya. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh sendirian. Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

Lafal Takbir yang Populer di Masyarakat

Di Indonesia, terdapat lafal takbir yang sangat familiar dan juga dibolehkan oleh para ulama:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.”

Penjelasan Ulama tentang Takbir Idul Adha

Advertisement

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menegaskan bahwa bacaan takbir tiga kali merupakan pendapat yang paling masyhur dalam mazhab Syafi’i:

صفة التكبير المستحبة الله اكبر الله اكبر الله اكبر

Shifatut takbīr al-mustahabb: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar

Artinya:
“Sifat takbir yang dianjurkan adalah ‘Allāhu akbar’ tiga kali. Inilah pendapat yang paling masyhur dari Imam Asy-Syafi’i dan dipegang oleh para ulama.”

Beliau juga menegaskan bahwa lafal takbir yang berkembang di masyarakat tetap sah dan tidak bermasalah:

الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil hamdu

Artinya:
“Takbir yang dibaca masyarakat tidak masalah dan tetap baik diamalkan.”

Variasi Tambahan dari Ulama Syafi’iyah

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi