Jumat, 29 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Karawang Darurat Kekerasan Anak dan Perempuan, Ini Langkah Konkret Pemkab

GW
Tim Redaksi
28/05/2026, 05:06 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Karawang Darurat Kekerasan Anak dan Perempuan, Ini Langkah Konkret Pemkab

Ilustrasi

Terutama, bagaimana pandangannya terhadap anak-anak?

Seorang ibu, menurut Wiwiek, memiliki tugas mulia untuk menempatkan keselamatan dan kasih sayang terhadap anak sebagai prioritas tertinggi dalam hidupnya.

Hal ini bukan sekadar kewajiban, melainkan naluri pelindung yang harus tertanam kuat.

Selain itu, perempuan juga dituntut untuk memiliki kepekaan luar biasa terhadap sinyal bahaya dalam sebuah hubungan.

Tanda-tanda seperti perilaku kasar, sifat posesif yang berlebihan, atau ketidakpedulian terhadap kondisi anak harus menjadi lampu merah yang menyala terang.

“Saya juga bingung, kok bisa cinta terhadap orang lain mengalahkan cinta terhadap anaknya sendiri,” keluh Wiwiek, menggambarkan betapa ironisnya situasi ini.

Berdaya dan Berani: Kunci Mencegah Kekerasan

Wiwiek tidak berhenti pada peringatan.

Ia juga mendorong kaum perempuan untuk memiliki keberanian yang membaja.

Keberanian untuk membuat keputusan tegas ketika mereka menyadari diri berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Terlebih lagi, jika hubungan tersebut berpotensi besar memicu atau bahkan menyebabkan kekerasan.

“Perempuan harus berdaya dan harus berani menentukan sikap,” tegasnya, memberikan suntikan semangat bagi para korban potensial.

Ia menambahkan, anak-anak berada pada fase perkembangan krusial.

Tahap di mana mereka belajar hal-hal mendasar seperti berjalan dan berbicara, membutuhkan perhatian serta perlindungan ekstra dari orang tua.

Oleh karena itu, selektivitas dalam memilih pasangan bukan sekadar saran, melainkan sebuah strategi pencegahan kekerasan yang paling efektif.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi