Bisnis . 28/05/2026, 10:29 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Menurut laporan terbaru yang beredar, rencana Samsung ini tampaknya akan memberikan dampak langsung pada ponsel-ponsel yang menyasar pasar Eropa.
Para analis industri memprediksi kenaikan harga ini akan mulai berlaku efektif pada bulan Juni 2026 mendatang.
Ini berarti, para konsumen di Benua Biru siap-siap merasakan perbedaan harga yang cukup signifikan.
Produk-produk yang paling berpotensi mengalami kenaikan meliputi seri Galaxy S yang legendaris, serta duo ponsel lipat terbaru mereka, yaitu Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7.
Angka kenaikannya pun tidak main-main.
Diperkirakan, setiap satu unit gadget yang terkena dampak bisa mengalami penambahan biaya sekitar 100 Euro.
Jika dikonversi ke rupiah, angka ini setara dengan kurang lebih Rp2 jutaan.
Perlu dicatat juga, laporan tersebut tidak merinci secara spesifik apakah kenaikan harga hanya menyasar model dengan kapasitas memori terendah.
Namun, indikasi kuatnya, opsi penyimpanan dengan ukuran lebih besar juga tampaknya tidak akan luput dari kenaikan harga ini.
Kondisi ini jelas membuat para calon pembeli harus lebih cermat dalam merencanakan pembelian gawai baru mereka.
Namun, Anda perlu tahu, Samsung bukanlah satu-satunya produsen yang menghadapi badai kenaikan biaya komponen.
Faktanya, banyak analis di industri teknologi global yang telah memprediksi tren serupa.
Kenaikan harga untuk berbagai macam produk elektronik diperkirakan akan mulai terasa secara luas mulai paruh kedua tahun 2026.
Jadi, ini bukan sekadar masalah Samsung saja, melainkan sebuah tren yang lebih besar yang tengah membayangi seluruh industri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media