News . 28/05/2026, 08:45 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Jagat media sosial kembali diramaikan dengan kemunculan sosok “pocong”, yang disebut-sebut muncul di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Foto tersebut sempat bikin geger warga Bekasi, setelah menyebar cepat di grup WhatsApp hingga platform media sosial.
Setelah ditelusuri kepolisian, gambar pocong viral itu bukan penampakan mistis sungguhan. Polisi menyebut, foto tersebut hasil rekayasa digital alias editan.
Kapolsek Cikarang Utara, AKP Noach Hendrik mengatakan, kepolisian langsung turun melakukan pengecekan agar isu yang viral tidak membuat masyarakat panik.
"Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, foto tersebut dipastikan merupakan hasil editan atau hoaks," kata Noach Hendrik.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui foto itu dibuat oleh seorang pria berinisial, warga Cikarang Selatan.
Awalnya, ia memotret area depan rumah pada malam hari, lalu menambahkan gambar pocong yang diambil dari internet menggunakan aplikasi edit foto di ponsel.
Konten tersebut mulanya hanya dibagikan ke grup keluarga dengan caption bernada bercanda. Tetapi di luar dugaan, gambar itu menyebar luas dan dianggap nyata oleh banyak orang.
"Yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi," jelasnya.
Polisi memastikan, tidak ada kejadian mistis maupun aksi kriminal seperti yang ramai dibicarakan warga.
Pembuat foto juga telah mengakui perbuatannya hingga membuat klarifikasi terbuka, agar hoaks serupa tidak kembali menimbulkan keresahan.
Diketahui sebelumnya, fenomena “pocong viral” sendiri belakangan memang marak muncul di berbagai daerah hingga media sosial.
Sejumlah kasus serupa di Jakarta, Brebes hingga Bandung Barat juga terungkap sebagai hasil manipulasi digital maupun konten berbasis AI.
Polisi pun mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah percaya pada foto atau video viral sebelum ada informasi resmi.
"Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya atau berita hoaks karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ucapnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media