Lifestyle . 29/05/2026, 18:00 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Persaingan pasar mobil listrik dunia kembali memanas dan membuat bulu kuduk berdiri. Pabrikan raksasa asal China, BYD, baru saja meluncurkan strategi super nekat yang belum pernah ada dalam sejarah otomotif global.
Mereka berjanji akan menanggung seluruh kerugian ekonomi secara langsung jika terjadi kecelakaan pada sistem swakemudi pintar mereka. Langkah berani ini tentu langsung memicu kehebohan besar di kalangan pencinta otomotif dunia.
CEO BYD, Wang Chuanfu, mengumumkan garansi kontroversial ini langsung dari markas besarnya di Shenzhen, Guangdong. Perusahaan siap memberikan perlindungan penuh selama satu tahun bagi pengguna fitur Urban Navigate on Autopilot (NOA).
Fasilitas asuransi khusus ini berlaku bagi pembeli armada baru maupun pemilik lama yang melakukan peningkatan sistem ke versi God's Eye 5.0. Manajemen akan mengambil alih tanggung jawab hukum dan finansial secara penuh apabila sistem bantuan mengemudi mengalami malfungsi.
Langkah ekstrem tersebut langsung menobatkan pabrikan ini sebagai pelopor perlindungan ganda pertama di dunia untuk ekosistem Advanced Driving Assistance Systems (ADAS). Pengumuman bombastis ini jelas membuat para kompetitor beratnya langsung ketar-ketir.
Langkah nekat ini bergulir bukan tanpa alasan kuat di belakangnya. Pabrikan asal China ini sedang berupaya keras mengembalikan kepercayaan konsumen setelah sempat menerima gelombang keluhan terkait performa radar pintar mereka.
Sang bos besar juga membawa kabar gembira yang sangat mengejutkan bagi para pemburu mobil listrik murah. Mereka kini memperluas akses sistem bantuan mengemudi berbasis pemindaian laser jarak jauh atau LiDAR ke seluruh lini produk.
Melalui strategi Intelligent Driving for All, konsumen cukup membayar biaya tambahan sebesar 12.000 yuan atau sekitar Rp26,5 juta saja. Paket peningkatan performa opsional ini terintegrasi langsung pada sensor, algoritma komputer, dan pusat data kendaraan.
Hebatnya, mobil listrik super murah sekelas Seagull dan Dolphin kini bisa mencicipi kemewahan teknologi otonom pintar tersebut. Wang Chuanfu menegaskan bahwa harga paket peningkatan ini merupakan harga modal asli dari pabrik mereka sendiri.
Perusahaan raksasa ini memang tidak main-main dalam mengejar tiga ambisi besar mereka di masa depan. Mereka menargetkan capaian nol kecelakaan lalu lintas, mengubah ADAS menjadi pengemudi super, serta menyulap kecerdasan buatan menjadi asisten pribadi.
Demi memuluskan ambisi besarnya, manajemen siap menggelontorkan dana riset yang nilainya sangat mengerikan. Mereka mengalokasikan dana lebih dari 100 miliar yuan atau setara Rp225 triliun khusus untuk pengembangan teknologi keselamatan berkendara.
Mereka juga sukses memanfaatkan ekosistem raksasa mereka di jalan raya demi mempercepat pembaruan perangkat lunak pintar. Saat ini, ada lebih dari 3,15 juta unit armada mereka yang aktif mengumpulkan data berkendara nyata setiap harinya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media